Round-Up

Narasi Intrik Politik 'Permintaan Maaf' PKS Buntut Insiden Interupsi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 22:03 WIB
Gedung PKS (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Gedung PKS (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polemik interupsi dalam rapat paripurna diabaikan Ketua DPR RI Puan Maharani berbuntut permintaan maaf dari Fraksi PKS. Narasi intrik politik pun muncul. Diyakini ada maksud tertentu di balik permintaan maaf Fraksi PKS.

Adalah interupsi anggota Fraksi PKS, Fahmi Alaydroes, yang diabaikan Puan. Fahmi pun bereaksi dengan menyinggung peluang Puan menjadi presiden. Reaksi Fahmi bahkan membuat Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto turun tangan.

Fahmi kemudian meminta maaf atas tindakannya reaksinya seusai interupsi dalam rapat paripurna kemarin diabaikan. Dia mengaku reaksinya mengalir begitu saja.

"Itu mengalir begitu saja," kata Fahmi di Fraksi PKS, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/11/2021).

Fahmi AlaydroesFahmi Alaydroes (Dok. dpr.go.id)

Fahmi mengaku sudah merencanakan interupsinya. Anggota DPR daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat V itu menyebut interupsinya berkaitan dengan agenda rapat paripurna.

"Karena rencana yang ingin saya sampaikan sudah saya sampaikan dan sengaja di momen paripurna sekarang karena berkaitan erat dengan pengesahan panglima, seperti yang tadi saya sampaikan," terangnya.

Polemik interupsi Fahmi ini selesai di hari yang sama. Namun satu hal ditekankan Fahmi bahwa pimpinan DPR harus menjamin hak-hak anggota Dewan.

"Tapi hal itu sudah selesai tadi, teman-teman PDIP saya juga sudah minta maaf tapi ini jadi pelajaran besar, terutama untuk pimpinan DPR, untuk menghargai dan menjamin konstitusi saya sebagai anggota DPR," tutur Fahmi.

DPP PKS tentu membela Fahmi. DPP PKS menyatakan Fahmi tidak bermaksud merendahkan marwah pimpinan DPR.

"Dengan segala hormat kami kepada pimpinan teman-teman PDIP tidak ada maksud kami untuk merendahkan marwah pimpinan," kata Ketua DPP PKS Al Muzzammil kemarin.

Permintaan maaf atas polemik ini yang kemudian dinilai sebagai intrik PKS. Simak di halaman berikutnya.