Jazilul Fawaid: Tanpa Pahlawan, Bangsa Ini Tidak Akan Merdeka

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 18:34 WIB
Jazilul: Santri Sejak Dulu Jiwa dan Raganya Diperlukan Masyarakat!
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengajak seluruh komponen masyarakat memperingati Hari Pahlawan pada 10 November. Menurutnya, mengenang para pahlawan merupakan suatu penghargaan atas jasa-jasa mereka yang berjuang demi kepentingan negara.

"Tanpa mereka (pahlawan) bangsa ini tidak akan merdeka dan menjadi bangsa sebesar ini," ujarnya Jazilul dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Dia mendorong peringatan hari pahlawan yang dilakukan juga tidak hanya seremonial belaka. Menurutnya, nilai-nilai keseharian pahlawan yang lebih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi harus dijadikan teladan dalam keseharian.

"Mereka sudah bangun sebelum kita terbangun dan belum tidur saat kita sudah tertidur. Mereka setiap hari memikirkan bagaimana bangsa ini merdeka dan jaya," jelas Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.

Jazilul menilai sikap tersebut perlu dijadikan inspirasi untuk berbuat yang lebih untuk menjaga dan memajukan Indonesia. "Sikap mereka dijadikan inspirasi bagaimana seharusnya kita bertindak," tegasnya.

Menurutnya, menjadikan pahlawan sebagai inspirasi juga sangat tepat sebab nilai-nilai yang dikandung para pahlawan adalah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karenanya, dia mendorong hal ini terus diaktualisasikan.

Pasalnya, kata dia, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu bangsa mulai memudar. Bila ini dibiarkan, ia khawatir akan masa depan bangsa. "Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, menjadi luntur bahkan hilang," tuturnya.

Dia menilai untuk mencegah memudarnya nilai-nilai gotong royong, maka nilai-nilai kepahlawanan perlu direvitalisasi atau dikuatkan. Direvitalisasi adalah bagaimana nilai-nilai itu dijadikan prioritas atau didahulukan.

"Bagi politisi, bila hendak membuat kebijakan maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan partai dan golongan," pungkasnya.

(akd/ega)