Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan, HAC IPB Gelar Festival Ikan Nusantara

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 17:50 WIB
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB akan menyelenggarakan Festival Ikan Nusantara Tahun 2021 (FINA 2021) yang digelar secara virtual. (dok FINA 2021)
Foto: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB akan menyelenggarakan Festival Ikan Nusantara Tahun 2021 (FINA 2021) yang digelar secara virtual. (dok FINA 2021)

Sementara, Rektor IPB, Arif Satria menguraikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia sangat ditentukan oleh pola konsumsi. Karena itu kita harus terus meningkatkan konsumsi ikan per kapita agar kualitas SDM Indonesia benar-benar unggul, memiliki kecerdasan dan skil yang diperlukan untuk merespon masa depan.

"Sangat penting memikirkan jangka panjang SDM Indonesia. Kita berada dalam satu kondisi di mana ada mega disruption, climate change, revolusi industri 4.0, dan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kita harus menciptakan SDM yang benar-benar bisa merespon itu sebagai seorang pembelajar yang cepat, lincah dan andal," terangnya.

Arif melanjutkan, dengan fokus pada konsumsi makanan bergizi, khususnya ikan, dapat membantu meningkatkan kualitas SDM Indonesia yang unggul.

"Kita pun dituntut untuk bisa terus menjaga keberlanjutan sumber daya ikan. Sumber daya ikan kita sangat-sangat beragam, sangat-sangat kaya, dan sangat penting sekali dikelola dengan lestari menggunakan prinsip-prinsip berkelanjutan dan bersifat inklusif yang artinya membuka akses bagi masyarakat untuk mengelola. Karena, kunci peningkatan konsumsi ikan per kapita bagaimana kita bisa meningkatkan dan menyediakan persediaan ikan untuk dikonsumsi," ucapnya.

"Kita tidak perlu mempertentangkan produk ikan beku, fresh (segar), atau olahan. Semua penting untuk dikonsumsi. Tugas kita bagaimana menyediakan ikan-ikan dalam bentuk hidup, segar, beku, asin, kaleng, dan aneka proses lainnya," terang Arif.

Ikan Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Menurut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Artati Widiarti, potensi lestari sumber daya ikan nasional sebesar 12,54 juta ton/tahun dari perikanan umum dan laut, belum termasuk perikanan budidaya. Dia mengatakan, melimpahnya ikan di Indonesia bisa didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional.

"Kelimpahan sumber daya ikan ini dapat didayagunakan sebagai penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa serta menjadi sumber pangan dan gizi nasional," ujarnya.

Artati mengungkapkan, sejak 2004 KKP telah melaksanakan Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang bertujuan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus menguatkan pasar domestik hasil perikanan Indonesia.

"Konsumsi ikan nasional pada tahun 2020 sebesar 56,39 kg/kapita dan pada tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 58,08 kg/kapita dan tahun 2024 sebesar 62,05 kg/kapita dengan rata-rata tingkat pertumbuhan sebesar 2,43% per tahun," ucap Artati.

Dalam perkembangannya, lanjutnya, program Gemarikan menjadi lebih intensif dengan diadopsinya pada program prioritas lainnya, seperti Program Percepatan Penurunan Stunting, Program Penanganan Darurat Bencana, dan Program Penanganan Dampak COVID-19 serta Program Peningkatan Imunitas dalam rangka menghadapi COVID-19.

Artati mengingatkan, penerapan prinsip-prinsip blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan. Untuk mewujudkan hal tersebut, KKP memiliki 3 program terobosan yang bermuara pada keberlanjutan sumberdaya kelautan dan perikanan nasional. Apa saja?

1. Perikanan tangkap terukur dalam rangka peningkatan PNBP dan kesejahteraan nelayan,
2. Perikanan budidaya berbasis riset untuk peningkatan ekspor,
3. Pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal.

"Saya menyampaikan apresiasi terhadap upaya dari para akademisi, khususnya Himpunan Alumni FPIK Institut Pertanian Bogor (HAC IPB) yang telah mendukung peningkatan konsumsi ikan melalui promosi UMKM perikanan, kampanye makan ikan, dan edukasi pada Festival Ikan Nusantara. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua," ungkapnya.

Rangkaian acara FINA 2021 meliputi webinar perikanan dengan topik Peningkatan Konsumsi Ikan Lokal untuk Ketahanan Pangan; Kupas Tuntas Industri Udang Vaname di Aceh; dan Lawan Stunting dengan Gizi Ikan, peluncuran website FINA dan pameran virtual yang diikuti UMKM dan perusahaan swasta bidang perikanan dan nonperikanan, kegiatan Ayo Makan Ikan Sedunia secara luring dan daring, serta aneka lomba berupa lomba cover lagu "Ayo Makan Ikan"; lomba video kreasi olahan ikan; dan lomba cerita anak dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial.


(mae/mae)