Pimpinan Pesantren di Pinrang Sulsel Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 16:56 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
Pinrang -

Pimpinan pondok pesantren (ponpes) berinisial SM di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan santriwati. Namun SM yang dipanggil selaku tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Iya (status SM jadi tersangka)," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi kepada detikcom, Selasa (9/11/2021).

SM sendiri sedianya bakal diperiksa sebagai tersangka dugaan pencabulan santriwati pada Senin (8/11). Namun tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik akibat sakit.

"Penanganannya dari awal laporan sudah ke tahap penyidikan dan sekarang pemanggilan tersangka kepada oknum SM," tutur Deki.

"Untuk saat ini, tersangka belum menghadiri panggilan pertama kita dengan alasan sakit, nanti kita undang balik untuk panggilan kedua," imbuhnya.

Untuk diketahui, polisi mulai menerima laporan dugaan pencabulan oleh SM pada 22 Oktober 2021. Sejumlah saksi, termasuk juga korban telah diperiksa penyidik sejak laporan itu.

"Ada beberapa saksi sudah kita periksa, dan ada tambahan saksi korban santriwati yang diduga diperlakukan seperti itu juga," kata Deki.

Deki mengungkap saat ini sedikitnya total ada empat korban yang telah melaporkan perbuatan SM ke Reskrim Polres Pinrang. Kini para korban ditangani secara khusus oleh PPA Polres Pinrang didampingi P2TP2A Pinrang.

"Untuk sementara ada empat korban yang melapor ke kita dengan didampingi oleh P2TP2A Kabupaten Pinrang," pungkas Deki.

Sebelumnya diberitakan, seorang ustaz yang belakangan diketahui pimpinan Ponpes di Pinrang, Sulsel dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan ke santrinya. Laporan dugaan pencabulan ini diterima polisi pada 22 Oktober lalu.

"Intinya persoalan ini sudah kita tangani secara profesional dan kita lengkapkan pemeriksaan saksi-saksi semua," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (3/11).

(hmw/nvl)