Menteri Bebas 'Jual Diri', PPP Tingkatkan Elektoral Suharso Via Baliho

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 13:00 WIB
Baliho Suharso Monoarfa (dok. Achmad Baidowi).
Baliho Suharso Monoarfa (Foto: dok. Achmad Baidowi)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membebaskan para menteri 'menjual diri' menjelang tahun politik demi meningkatkan elektabilitas dan popularitas. PPP menyebut ketua umum mereka, Suharso Monoarfa, yang juga menteri di kabinet Jokowi, fokus bekerja.

"Pak Suharso saat ini lebih fokus pada tugasnya di kabinet sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Selasa (9/11/2021).

Awiek menyebut tugas partai dijalankan pengurus harian PPP. Soal elektabilitas Suharso, Awiek mengatakan PPP punya cara menaikkannya, termasuk via baliho.

"Adapun tugas di kepartaian tetap jalan dengan dilaksanakan oleh jajaran pengurus harian DPP. Upaya peningkatan elektoral Pak Suharso berjalan secara alamiah memanfaatkan acara konsolidasi partai, yang saat ini masuk tahap konsolidasi di DPC/cabang-cabang," kata Awiek.

"Di antaranya ada baliho yang dipasang oleh DPW-DPW dengan memasang foto Pak Ketum," imbuh wakil ketua Baleg DPR itu.

Adalah Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang mengungkap Jokowi membebaskan menterinya menaikkan elektabilitas dan popularitas. Muzani menyambut baik kebijakan Jokowi.

Senada, Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyambut baik keputusan Jokowi. Namun Golkar, yang punya Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian, yang masuk bursa capres, menyatakan ketua umum mereka fokus bekerja.

Sedangkan PKB meminta menteri yang dibebaskan Jokowi bermanuver demi elektabilitas jangan saling jegal. "Jika saling menjegal antarmenteri terjadi, Presiden harus segera memberi teguran keras. Jika perlu, langsung dicopot, karena pasti mengacaukan pelaksanaan program-program prioritas yang ditetapkan Presiden Jokowi sendiri," kata elite PKB Luqman Hakim. (gbr/tor)