Heboh Pengaturan Skor Sepakbola, Menko PMK Diminta Turun Tangan

ADVERTISEMENT

Heboh Pengaturan Skor Sepakbola, Menko PMK Diminta Turun Tangan

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 11:44 WIB
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira
Andreas Hugo Parerira. (Foto: Dok. Facebook)
Jakarta -

Pengaturan skor kembali marak diperbincangkan publik di tengah bergulirnya kompetisi sepakbola di Indonesia. Anggota Komisi X DPR Andrea Hugo Pareira meminta Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy turun tangan.

"Menko PMK perlu koordinasi dengan semua stakeholder sepakbola, baru kemudian menyusun sebuah desain percepatan prestasi sepakbola Indonesia," ujar Andreas Hugo dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Usulan ini, terang Andreas Hugo, didasari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional. Dalam Inpres tersebut, Menko PMK ditunjuk sebagai koordinator yang menjalankan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Inpres sudah sejak 2019, tetapi sampai sekarang belum ada keliatan gerakan untuk mempercepat kemajuan sepakbola nasional. Sepakbola kita masih seperti itu-itu juga," ujarnya

Andreas Hugo mempertanyakan tidak adanya progres semenjak inpres diterbitkan. Menurutnya, Sepakbola Indonesia harus diurus oleh orang-orang yang mencintai sepakbola.

"Saya tidak tahu persis apakah penugasan inpres tersebut jatuh ke tangan yang mengerti dan mencintai sepakbola atau tidak. Tetapi seharusnya, kalau mau percepatan seharusnya sepakbola ini diurus oleh orang yang mengerti manajemen olahraga dan mencintai sepakbola," kata Andreas Hugo.

Sebelumnya, Mr Y atau oknum wasit pengatur skor memberikan pengakuan dalam program berjudul 'PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-Lagi Begini' di acara Mata Najwa pada Rabu (3/11/2021). Oknum wasit yang menggunakan nama samaran Mr Y itu mengaku telah melakukan dua kali praktik pengaturan skor juga terjadi di Liga 1 2021-2022.

PSSI Mau Gugat Mata Najwa

Merespons itu, Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh mengatakan PSSI akan mengambil langkah dan upaya hukum untuk mendapatkan identitas pengatur skor.

"PSSI akan mengambil langkah dan upaya hukum yang tepat guna mendapatkan data seseorang perangkat pertandingan yang mengaku dalam program Mata Najwa melakukan pengaturan skor atau penerimaan suap terkait tugasnya. Langkah hukum, baik perdata maupun pidana," kata Riyadh kepada detikSport, Jumat (5/11/2021).

Menurut Riyadh saat ini pihaknya masih mengumpulkan data keterangan dan bukti sebagai bahan untuk pengajuan hukum perdata ataupun pidana terhadap seseorang pada program Mata Najwa.

"Orang tersebut diduga telah mengaku bahwa dia berbuat suap-menyuap, pengaturan skor. Kan itu jelas orang salah kalau sudah mengaku seperti itu. Apakah prinsip-prinsip jurnalistik sudah dilakukan dengan benar dalam program tersebut? Nanti akan kami uji semuanya itu nanti," ujarnya.

"Kami PSSI berkepentingan untuk ketertiban umum, berkepentingan untuk mendapatkan data tersebut, untuk membongkar biar bagus persepakbolaan nasional kita. Kalau ada orang-orang seperti itu kan tidak benar. Kebetulan di program Mata Najwa dia mengakui dan saya yakin ada rekamannya semua dalam pengakuannya itu di YouTube, di apa, sudah ada," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT