Seribuan Orang Gelar Karnaval Budaya Tolak RUU APP
Sabtu, 22 Apr 2006 13:11 WIB
Jakarta -
Sekitar seribu orang dari berbagai organisasi menggelar karnaval menolak Rancangan Undang-undang anti pornografi dan pornoaksi (RUU APP).Dengan mengenakan pakaian tradisonal dari berbagai daerah, mereka melakukan longmarch dari Silang Monas menuju bundaran HI. Dalam aksi itu juga digelar berbagai kesenian daerah, seperti tanjidor Betawi, sanggar tari Bali, komunitas masyarakat Tionghoa, pawai sepeda onthel, delman dan lain-lain. Acara karnaval budaya Bhinneka Tunggal Ika ini berlangsung dalam dua gelombang. Rombongan pertama tiba sekitar pukul 10.30 dan karnaval kedua sekitar pukul 13.30 WIB. Pantauan detikcom, Sabtu (22/4/2006) di Bundaran HI, persis di depan Sogo, berdiri panggung terbuka. Selain melakukan berbagai orasi, peserta aksi juga melakukan berbagai pentas kesenian. Tampak hadir sejumlah artis. Antara lain Rieke Dyah Pitaloka, Becky Tumewu, Inul, Jajang C Noer, Lia Waroka, Olga Lidia dan lain-lain. Dalam orasinya, Ketua Dewan Kesenian Jakarta Ratna Sarumpaet mengatakan, "Kita menolak pornografi karena kita sudah punya undang-undang yang mengatur pemberantasan pornografi. Jadi tinggal bagaimana aparat berwajib menerapkan undang-undang yang sudah ada, bukan dengan membuat undang-undang baru," ujarnya.
(jon/)










































