Polri Jelaskan Satgas Anti Mafia Bola yang Bubar Berpeluang Dibentuk Lagi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 11:04 WIB
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto (Tribrata TV)
Jakarta -

Dugaan pengaturan skor (match fixing) kembali terjadi di persepakbolaan Indonesia. Namun Satgas Anti Mafia Bola dikabarkan telah bubar pada 2020.

Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto menegaskan Satgas Anti Mafia Bola bukan bubar. Imam membeberkan bagaimana awal mula satgas itu bisa terbentuk.

"Ya bukan bubar. Gini lho, satgas itu kan waktu itu dibentuk karena ada kasus yang memang secara masif harus ditangani. Kemudian sudah ditangani dan selesai. Nah, secara otomatis kan satgas itu dibatasi ruang dan waktu," ujar Imam saat dihubungi, Selasa (9/11/2021).

"Orang-orang satgasnya juga sudah pada bergeser ke mana-mana, kan gitu. Makanya kemudian selesai. Surat perintahnya sudah berakhir," sambungnya.

Imam mengatakan tugas Satgas Anti Mafia Bola sudah berakhir pada 2020. Namun, Imam menyebut, Polri membuka peluang akan kembali membentuk satgas tersebut.

Menurutnya, apabila ada kasus dugaan pengaturan skor yang masif dan butuh penanganan segera, Satgas Anti Mafia Bola akan dibentuk lagi.

"Bisa dibentuk lagi, tapi harus ada kebijakan pimpinan. Membentuk satgas lagi manakala ada kasus yang terjadi dan membutuhkan penanganan segera," tutur Imam.

Lebih lanjut, kata Imam, jika ada dugaan pengaturan skor, yang bertindak pertama kali tetap PSSI. Kalau hasil penelitian PSSI menemukan indikasi tindak pidana, barulah jajaran reserse polisi memulai penyelidikan.

"Kalau ada kasus yang terjadi, itu kan polisi penyidik. Setelah diteliti Komisi Sisiplin PSSI, kan penanganan awal gitu. Kemudian kalau ada indikasi tindak pidana, ya diserahkan ke polisi. Artinya, tindak lanjut penyelidikan sama penyidikannya kan secara otomatis ditangani oleh reserse," imbuhnya.

Diketahui, awal November ini, Brigjen Hendro Pandowo menyatakan Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri, yang sempat dipimpinnya, sudah bubar saat sepakbola Indonesia berhenti akibat pandemi COVID-19.

"Satgas Anti Mafia Bola yang saya pimpin telah berakhir pada 20 Agustus 2020. Satgas sejak Agustus 2020 sudah tidak diperpanjang masa tugasnya," ucap Brigjen Hendro Pandowo, yang pernah menjadi Ketua Satgas Anti Mafia Bola kepada wartawan, Senin (1/11).

Ia juga tidak tahu persis mengenai kehadiran sejumlah orang berjaket 'Satgas Anti Mafia Bola' yang terlihat di pinggir lapangan sejumlah laga Liga 2.

"Saya tidak tahu siapa yang ada di lapangan dan mengenakan rompi Satgas Mafia Bola," ucap Hendro, yang kini menjabat Wakapolda Metro Jaya.

(drg/dwia)