Muktamar Islah PBR Ricuh

Muktamar Islah PBR Ricuh

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 12:25 WIB
Denpasar - Muktamar Islah Partai Bintang Reformasi (PBR) belum dibuka, tapi hawa panas sudah terasa. Pendaftaran peserta muktamar sempat diwarnai kericuhan. Aksi dorong dan adu mulut sempat terjadi. Muktamar Islah PBR ini digelar di Hotel Inna Grand Beach, Sanur, Bali, Sabtu (22/4/2006) hingga Senin (24/4/2006). Muktamar baru akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla pada pukul 20.00 Wita. Meski begitu, hingga pukul 13.00 Wita, suasana di Hotel Inna Grand Beach sudah tampak ramai. Para delegasi dari daerah tampak masih melakukan pendaftaran. Hanya pengurus DPC dan DPW PBR yang bisa menjadi peserta. Nah, saat pendaftaran peserta berlangsung inilah, situasi sempat memanas. Sebab, sejumlah pengurus DPC mengaku kesulitan mendapat kartu identitas. Sempat terjadi dorong-dorongan dan adu mulut antara calon peserta dengan panitia. Bahkan, kabarnya ketua panitia pelaksana muktamar Bambang Budiono sempat mendapat bogem mentah dari para calon peserta yang emosi. Namun, kejadian itu mereda setelah Satgas turun tangan. Bambang Budiono menjelaskan, penyebab memanasnya situasi ini, karena mekanisme pendaftaran peserta muktamar, pengurus PDC dan DPW harus menyertakan undangan yang dikirim DPP. "Namun, mereka yang datang, tidak membawa undangan. Banyak pengurus DPC yang tidak membawa undangan. Kartu identitas yang mereka bawa itu tidak bisa digunakan untuk mendapatkan ID peserta muktamar," kata Bambang. Untuk menyelesaikan masalah ini, panitia menunda pemberin ID card kepada para calon peserta muktamar yang bermasalah itu. Panitia juga membuat 'problem room' untuk menampung para calon peserta yang bermasalah. "Status mereka akan ditentukan sesuai kesepakatan panitia dan peserta muktamar," ujar Bambang. Sementara Sekretaris Muktamar Islah PBR, Fauzi menyatakan, kekisruhan ini terjadi akibat banyaknya kepengurusan ganda PBR di daerah-daerah. "Ada sekitar 40 DPC yang tersebar di 13 DPW yang kepengurusannya ganda," kata dia. Sementara itu, Bali ini tampak menghijau. Suasana dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Denpasar tampak meriah. Bendera PBR berjejer menghiasi jalan-jalan. Begitu juga spanduk para kandidat ketua umum. (asy/)


Berita Terkait