Wagub DKI Klaim Target 6 Jam Banjir Surut Secara Umum Terpenuhi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 17:34 WIB
Jalan Haji Briti B di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakbar, banjir, Senin (6/11). Anak-anak malah memanfaatkan situasi dengan bermain air banjir.
Banjir di Jakarta (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim Pemprov DKI Jakarta berhasil menangani genangan dan banjir dalam waktu 6 jam. Namun nyatanya, masih ada kawasan yang terendam air lebih dari 6 jam. Bagaimana penjelasannya?

Riza awalnya mengatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang memberi instruksi agar banjir bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam. Kendati demikian, dia mengatakan penanganan banjir akibat intensitas hujan tinggi memerlukan waktu lebih lama.

"Kalau intensitasnya lebih dari daya tampung, itu membutuhkan waktu ya terkait surutnya air. Tapi perintah dari Pak Gubernur sudah disampaikan berkali-kali seluruh jajaran harus memastikan kalau ada hujan, sebelum 6 jam sudah harus surut. Jadi seluruh jajaran bekerja keras ya, tidak hanya pompa tapi tangki-tangki air taman juga kita gunakan untuk membantu pompa-pompa air," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (8/11/2021).

Riza mengakui masih ada daerah yang air banjirnya tak kunjung surut lebih dari 6 jam. Khususnya di kawasan yang intensitas hujannya melebihi kapasitas drainase Jakarta. Kendati demikian, dia mengklaim jumlahnya tidak banyak.

"Sejauh ini, secara umum Itu bisa dipenuhi sebelum 6 jam. Kalau ada yang lebih (dari 6 jam) itu dicek. Tidak banyak, di daerah yang memang sangat rendah dan intensitasnya tinggi lebih dari 100 mm per hari," jelasnya.

Politikus Gerindra itu menegaskan penanganan banjir tak bisa dilakukan secara parsial dan mengandalkan APBD DKI. Oleh sebab itu, program penanganan banjir tak hanya dilakukan di Jakarta, tapi juga di daerah penyangga.

"Tadi pagi kami dengan Kementerian BPN ATR juga memastikan program Jabodetabekpunjur untuk memastikan di daerah Puncak tadi kita menanam pohon, program reboisasi, kita minta supaya daerah-daerah di Jawa barat di Bogor supaya bisa membantu dan terus ditingkatkan ruang terbuka hijau nya, hutannya ditingkatkan, supaya bisa menampung air," ujarnya.

"Kemudian juga program lainnya selain itu ada pembangunan waduk Cimahi dan Ciawi, mudah-mudahan di akhir tahun seperti yang kami sampaikan sudah bisa berfungsi dengan baik. Itu harapan kita," sambungnya.

Merujuk data BPBD DKI Jakarta per hari ini (8/11) per pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, dan 12.00 WIB, BPBD melaporkan adanya genangan dan banjir di kawasan bantaran Sungai Ciliwung. Wilayah tersebut meliputi Kelurahan Cililitan, Kelurahan Cawang, Kelurahan Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

"Penyebab luapan Kali Ciliwung," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, M Insyaf, dalam keterangannya.

Merujuk pada laporan BPBD DKI, terlihat banjir di kawasan tersebut tak kunjung surut dalam waktu 6 jam. Salah satunya di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air banjir mencapai 2,6 meter. Namun, per pukul 12.00 WIB, genangan setinggi 1,4 meter masih merendam wilayah tersebut.

Kawasan lainnya di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pada pukul 06.00 WIB, ketinggian air mencapai 2 meter. Dan pada pukul 12.00 WIB menyusut menjadi 1,7 meter.

(taa/isa)