Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Tema hingga Logo Tahun Ini

Kanya Anindita Mutiarasari - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 15:19 WIB
Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Tema hingga Logo Tahun Ini
Hari Pahlawan 10 November: Sejarah, Tema hingga Logo Tahun Ini (Foto: Dok.Kemensos)
Jakarta -

Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November. Tujuannya untuk mengenang dan memperingati perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Hari Pahlawan juga diperingati untuk meningkatkan rasa cinta masyarakat sebagai warga negara Indonesia. Perayaan ini dilatarbelakangi oleh peristiwa di Surabaya, 10 November 1945.

Berikut serba-serbi Hari Pahlawan 2021 mulai dari sejarah, tema, hingga logo.

Hari Pahlawan: Perang Pertama Melawan Pasukan Asing Setelah Proklamasi

Mengutip dari laman resmi BKD Provinsi DIY, Hari Pahlawan ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Keputusan Presiden ini ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Peristiwa di Surabaya, 10 November 1945 merupakan pertempuran besar antara tentara Indonesia melawan pasukan tentara Inggris. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia melawan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Hari Pahlawan: Terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby

Dilansir dari laman resmi Pemkot Semarang, kematian Jenderal Mallaby (pimpinan tentara Inggris) pada 30 Oktober 1945, memicu kemarahan pihak Inggris sehingga menyebabkan bentrokan. Pengganti Jenderal Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 yang meminta pihak Indonesia untuk menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies).

Ancaman juga dikeluarkan yang apabila pihak Indonesia tidak menaati perintah Inggris, maka kota Surabaya akan digempur dari darat, laut, dan udara. Namun, ultimatum tersebut diacuhkan oleh rakyat Surabaya sehingga terjadi pertempuran pada tanggal 10 November 1945 selama tiga minggu lamanya.

Hari Pahlawan: Gugurnya Arek-arek Suroboyo

Melansir dari laman resmi Kemdikbud, pertempuran tersebut mengakibatkan 20.000 rakyat Surabaya gugur, yang sebagian besar adalah warga sipil. Selain itu, diperkirakan 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya. Sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang, dan luka-luka, serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

Rakyat Surabaya tak kunjung menyerah melawan para tentara Inggris. Terbukti dengan mereka berhasil yang memenangkan pertempuran yang membuat kota Surabaya dikenang sebagai kota pahlawan. Oleh karena itu, setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Informasi soal Hari Pahlawan juga dapat dilihat di halaman selanjutnya.