Kontroversi Puan di Paripurna: Matikan Mik Demokrat, Abaikan Interupsi PKS

ADVERTISEMENT

Kontroversi Puan di Paripurna: Matikan Mik Demokrat, Abaikan Interupsi PKS

Tim detikcom - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 13:13 WIB
Jakarta -

Ketua DPR Puan Maharani mengabaikan interupsi saat menutup rapat paripurna untuk menyetujui Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Ini bukan kali pertama Puan mengabaikan interupsi.

Tahun lalu, Puan juga pernah mengabaikan interupsi saat pengesahan RUU Cipta Kerja. Saat itu Puan mematikan mikrofon anggota Fraksi Partai Demokrat (PD).

Fraksi Demokrat memang menolak RUU Cipta Kerja. Saat rapat paripurna di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020), Demokrat melakukan walkout.

Momen soal dimatikannya mikrofon ini terjadi setelah fraksi-fraksi memberikan pandangan soal RUU Cipta Kerja. Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.

"Tadi pandangan-pandangan fraksi telah kita dengar, menyambung daripada penyampaian hasil daripada penyampaian hasil dari pimpinan Badan Legislasi yang telah disampaikan oleh ketuanya, Bapak Supratman," ujar Azis.

"Perbedaannya tidak ada, dari rapat konsultasi pengganti Bamus (Badan Musyawarah) yang telah kita lakukan beberapa waktu yang lalu, sehingga kami meminta persetujuan untuk dapat diteruskan ke tingkat II. Bisa diteruskan?" imbuhnya.

Kemudian Irwan dari Fraksi Demokrat menyalakan mikrofon di kursinya. Ia menyampaikan interupsi dan diizinkan oleh Azis.

"Terima kasih, Pimpinan, penuh perjuangan hadir di ruangan ini di tengah COVID-19. Terima kasih atas kesempatan," kata Irwan.

Kemudian Irwan kembali menyampaikan penolakan Fraksi Demokrat atas pembahasan RUU Cipta Kerja. Bahkan Irwan sempat disoraki oleh anggota DPR lainnya di ruang paripurna karena hal tersebut sudah disampaikan berkali-kali.

Azis Syamsuddin kemudian meminta Irwan tegas menyampaikan substansi interupsinya. Azis menilai substansi sudah disampaikan oleh Irwan.

Azis kemudian terlihat berbisik-bisik dengan Puan yang ada di sebelahnya. Tak lama, Puan memencet tombol yang ada di mejanya. Puan mematikan mikrofon.

"Kawan-kawan, kalau mau dihargai, tolong...," kata Irwan, yang kalimatnya kemudian terputus setelah Puan memencet tombol.

Setelah itu, Azis lalu melanjutkan pernyataannya. Ia kembali mengingatkan proses sudah berjalan sesuai tahapan. Demokrat juga sudah menyampaikan pandangannya lewat tahapan-tahapan tersebut, tapi mayoritas fraksi di DPR sepakat RUU Cipta Kerja dilanjutkan pembahasannya di tingkat II untuk disahkan.

"Baik, Pak Irwan, pembahasan di tingkat pembicaraan tingkat pertama telah dilakukan. Fraksi Demokrat telah ada di rapat kerja, rapat panja, rapat timus, dsb. Dan pembicaraan di tingkat pertama telah dilakukan," tutur Azis.

Setelah itu, hujan interupsi dari Fraksi Demokrat terus terjadi. Hingga akhirnya Demokrat memilih walk out dan tidak ikut saat UU Cipta Kerja disahkan di ruang paripurna DPR.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT