Buka Art Exhibition, LaNyalla Ingatkan Generasi Muda Terus Berkarya

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 22:36 WIB
Ketua DPD LaNyalla
Foto: DPD RI
Jakarta -

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberikan apresiasi pada sekelompok anak muda dengan membuka Art Exhibition Le Musee, pameran karya seni kontemporer di Jalan DR Wahidin, Surabaya. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk dukungan pihaknya atas perkembangan industri kreatif Tanah Air.

Dalam kesempatan ini, LaNyalla mengaku kagum dan merasa bangga bahwa akhirnya Surabaya memiliki sebuah galeri seni yang bisa menjadi sarana pameran untuk didatangi dan dibanggakan.

Mantan Ketua Kadin Jatim ini pun mengaku sempat meneteskan air mata karena terharu dengan semangat anak-anak muda tersebut. Ia mengatakan, kegigihan anak muda mengingatkannya pada masa-masa sulit yang telah ia lalui di masa muda saat memulai berkarya dengan buka pameran.

"Saya sangat mengingat masa muda saya. Saya paling suka bikin pameran. Saat saya berusaha menjadi seorang pengusaha muda, saya lalui pertama kali adalan membuat pameran. Awal bikin pameran, rugi hampir Rp 200 juta. Tetapi saya berpikir saya harus bangkit saya tidak boleh tetap berdiri di sini akhirnya saya berhasil sekalipun tidak semudah yang saya bayangkan," ungkap LaNyalla dalam keterangan tertulis, Minggu (7/11/2021).

Menurutnya, semua orang pasti pernah mengalami kerugian atau kesulitan, apalagi di awal memulai karier. Untuk itu, LaNyalla berpesan agar anak-anak muda terus bersemangat.

"Dan saya yakin adik-adik pasti mengalami seperti itu dan tetaplah semangat jangan putus sampai di sini pasti Allah akan membantu," katanya.

LaNyalla juga mengingatkan kepada anak muda di pameran ini mengenai semangat Sumpah Pemuda yang diperingati pada 28 Oktober yang lalu. Menurutnya, Sumpah Pemuda adalah sebuah spirit dan semangat bersatunya para pemuda untuk berbuat suatu karya yang nyata, demi lahirnya sebuah bangsa yang kemudian menjadi Republik yang ini.

"Semangat itulah yang saya harapkan ada di dada Ananda dan Adik-Adik semua. Semangat untuk menghasilkan sebuah karya. Demi mengisi sejarah perjalanan bangsa dengan karya-karya nyata yang bermanfaat dan memberi sumbangsih bagi negeri ini," tandasnya.

Ia berharap dengan semangat itu generasi muda Indonesia bisa menjadi penerus bangsa yang memiliki karakter dan kepribadian bangsa, dengan tetap membumikan inovasi dan kreativitas yang dibuat. Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pemuda dan pemudi di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, era global dan percepatan teknologi serta disrupsi di berbagai bidang saat ini akan memberi tantangan yang sangat berat bagi anak muda. Oleh karena itu, LaNyalla berpesan agar ADNA Studio Creative mampu menjawab tantangan tersebut dengan menjadi pusat kreativitas kalangan muda di Surabaya untuk memamerkan karya-karya seni dan kreativitas lainnya.

"Dan karya-karya tersebut tidak hanya terpampang di Studio ini, tetapi juga harus terpampang di media komunikasi digital lintas batas yang ada. Sehingga dapat dilihat dan diapresiasi oleh siapapun dan di manapun. Karena digitalisasi sudah menjadi keharusan. Seperti halnya Museum, Perpustakaan, dan Galeri Seni di beberapa negara yang telah menyediakan saluran digital untuk diakses oleh siapapun di penjuru dunia," terangnya.

LaNyalla pun menilai generasi muda Indonesia saat ini, atau yang biasa disebut sebagai kaum millennial, sangat identik dengan Digital Lifestyle. Maksudnya, generasi dengan gaya hidup yang mobile, personal, dan interactive.

"Saya yakin, dengan Le Musee Art Exhibition kali ini, bisa menjadi pemantik semangat Warga Surabaya, khususnya generasi muda untuk bisa lebih mengeksplorasi dan menemukan sesuatu hal yang baru di bidang seni," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak turut mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan anak-anak muda Surabaya yang ternyata mampu menyulap rumah tua menjadi sebuah exhibition instalasi seni kontemporer yang keren.

"Saya yakin kalau diberi kesempatan lagi akan jauh lebih keren lagi. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah bisa mengkonversi apa yang ada menjadi sesuatu yang membanggakan. Karena seni kontemporer ini ciri khas dari kota-kota yang memiliki ciri khas di dunia seni dan kreatif. Dan ternyata di Surabaya ada dan saya salut," ungkap Emil.

"Kita akan terus promosikan supaya semua orang tergerak akan semakin banyak, semacam efek bola salju sehingga akan ada tempat-tempat lain yang menarik yang akan dikonversi menjadi instalasi-instalasi seni di Surabaya," imbuhnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan pihaknya akan terus mendukung upaya ini untuk mendorong industri kreatif di Jawa Timur yang saat ini sudah mulai bergerak.

"Kami akan terus mendorong. Karena industri kreatif itu semua tentang ekosistem. Dan karena ekonomi kreatif maka harus ada buyer atau pembeli. Nah, semakin masyarakat mengapresiasi nilai-nilai seni, maka semakin maju industri ini," pungkasnya.

(ega/ega)