Bamsoet Apresiasi Keterbukaan Luhut soal Perkara Pengadaan PCR

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 18:57 WIB
Bamsoet: Aspirasi Semua Kelompok Terwakili dalam PPHN
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi sikap terbuka Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Hal ini menyusul adanya tuduhan pengadaan PCR yang ditujukan pada Menko Marves tersebut.

Sebagaimana diketahui, dua menteri Presiden Joko Widodo yakni Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut B. Panjaitan dituding terlibat bisnis penyediaan alat tes COVID-19, seperti tes PCR serta antigen.

"Klarifikasi dan keterbukaan yang disampaikan Menko Marves Luhut B. Panjaitan sangatlah tepat. Kita tentu tidak ingin adanya disinformasi yang berdampak pada kegaduhan di masyarakat. Sehingga, Presiden Joko Widodo dan para menterinya bisa fokus mengatasi pandemi COVID-19, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (7/11/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mendukung kehadiran korporasi ataupun perseorangan yang membantu sebagian beban pemerintah melakukan tracking dan tracing masyarakat melalui ketersediaan PCR/antigen. Namun, syaratnya tidak membebankan masyarakat.

"Jika kita membandingkan harga tes PCR tahun lalu dengan sekarang, harga PCR 100-180 USD dan proses hasilnya bisa memakan waktu sekitar 1 minggu. Sekarang bisa lebih cepat hanya dalam hitungan jam sudah bisa diketahui hasilnya. Melalui peran swasta, harga tes PCR perlahan bisa turun hingga di bawah tiga ratus ribu rupiah," jelasnya.

Bamsoet pun menuturkan bahwa saat ini ekonomi sudah mulai bergerak dan berangsur pulih. Ia mengatakan hampir 185 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin, sehingga harapannya dapat memberikan dampak herd Immunity.

Kendati demikian, ia pun menekankan agar pemerintah dan masyarakat tetap harus mewaspadai gelombang ketiga varian COVID-19, seperti yang terjadi di Rusia, Inggris dan beberapa negara di Eropa.

"Saya mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, peran swasta seperti KADIN Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja sama saling bantu dalam menurunkan angka positif COVID-19 di Indonesia," ungkap Bamsoet.

"Saya berharap pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang memberatkan masyarakat di tengah keterpurukan daya beli dan ekonominya akibat pandemi COVID-19. Mari kita dukung pemerintah dan ikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga pandemi COVID-19 segera bertransformasi menjadi endemik," pungkasnya.

(ega/ega)