Mobil Halangi Ambulans di Labuhanbatu Bisa Dipidana, Ini Aturan Mainnya

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 07 Nov 2021 11:47 WIB
Video viral mobil halangi ambulans di Labuhanbatu Sumut (tangkapan layar)
Video viral mobil menghalangi ambulans di Labuhanbatu, Sumut. (tangkapan layar)
Jakarta -

Sebuah video yang menampilkan relawan pemberi jalan ambulans melontarkan kekesalannya terhadap seorang pengendara mobil yang menghalangi ambulans. Orang yang menghalangi ambulans pengangkut orang sakit bisa dipidana. Bagaimana aturannya?

Aturan soal hal utama ambulans ini tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disebutkan dalam Pasal 134 bahwa ambulans termasuk pengguna jalan yang mendapat hak utama untuk didahulukan. Begini bunyi pasalnya:

Pasal 134
Pengguna Jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan sesuai dengan urutan berikut:
b. ambulans yang mengangkut orang sakit;

Selain itu, kendaraan yang mendapat hak utama harus dikawal petugas kepolisian. Ambulans juga harus menggunakan sirene.

Pasal 135
(1) Kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dan/atau menggunakan isyarat lampu merah atau biru dan bunyi sirene.

Adapun pelanggar aturan ini bisa dipidana. Pidananya maksimal 1 bulan penjara atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Pasal 287
(4) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).