Menkop Ingin Pengusaha Batik Ekspansi ke Pasar Internasional

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 22:30 WIB
Menteri Koperasi dan UKM
Foto: Wahyudi (20detik)
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi kegiatan Jogja Membatik Dunia sebagai rangkaian Jogja International Batik Biennale (JIBB) yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini menjadi panggung untuk memperkenalkan keistimewaan batik kepada publik dunia, karena acara juga diselenggarakan di 24 negara di seluruh dunia.

"Kegiatan ini merupakan doa agar dunia segera pulih dari pandemi, sekaligus sebagai pernyataan kuat posisi Jogja sebagai ibu kota batik dunia," ujar Teten dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/11/2021).

Ia mengulas pada 2009, UNESCO menetapkan Batik Indonesia sebagai Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity. Ini merupakan pengakuan internasional bahwa batik Indonesia merupakan bagian kekayaan peradaban manusia.

"Untuk itu, saya berharap melalui Jogja Membatik Dunia, UMKM terkait wastra tradisional, termasuk batik Indonesia dapat bangkit dan meraja di pasar global," ungkap Teten.

Teten menambahkan berdasarkan data, ekspor batik Indonesia pada 2020 mencapai US$ 532,7 juta atau Rp 7,5 triliun. Industri batik telah memberdayakan 200 ribu tenaga kerja dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra wilayah Indonesia. Teten mendorong agar pelaku industri batik berinovasi karena para kompetitor internasional terus menjadi tantangan.

"Harapan kami, UMKM pengrajin batik dapat membentuk kelembagaan koperasi. Koperasi jadi offtaker, kami dan LPDB-KUMKM siap dukung pembiayaan," kata Teten.

Ia menyatakan KemenkopUKM juga siap memfasilitasi kemitraan dengan usaha besar ataupun stakeholder lainnya.

"Manfaatkan Fashion Lab di Smesco Labo, terkait research and development produk," terang Teten.

Selain itu, ulas Teten, pelaku wastra juga dapat bereksplorasi bersama dengan project KRTA, inisiatif future fashion dari Smesco yang mendemokratisasi siluet fashion kebangsaan untuk dimanfaatkan para perajin fashion termasuk batik.

"Saya berharap beragam inovasi serta rangkaian sinergi dan kolaborasi dapat terlahir," cetus Teten.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap, melalui ajang tersebut batik dapat lebih dikenal di kancah dunia dan dapat menjadikan Yogyakarta sebagai kota batik. Apalagi saat ini batik sudah semakin populer dan menjadi kebutuhan dunia.

"Saya ucapkan terima kasih atas segala upaya dan bantuan dari berbagai pihak, untuk membangun masa depan batik Indonesia, yang tidak hanya dilihat dari sisi kebudayaan, melainkan juga kepentingan ekonomi masyarakat," ujar Sri Sultan.

(prf/ega)