Menkop Ajak Builder Motor Custom Bentuk Koperasi untuk Perkuat Bisnis

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 22:12 WIB
Kemenkop UKM
Foto: dok. Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak pelaku industri modifikasi otomotif, termasuk sepeda motor custom untuk berkoperasi. Menurut Teten, dengan berkoperasi usaha modifikasi sepeda motor dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang besar dan merata di berbagai daerah.

Menurutnya, pelaku usaha modifikasi sepeda motor ini menjadi salah satu bagian dari UMKM masa depan di Indonesia karena berbasis kreativitas dan inovasi. Hal itu diutarakannya pada acara Kustomfest 2021 di Jakarta yang didukung PT Pegadaian, Jumat (5/11).

"Jadi ini menjadi potensi yang besar di tengah pandemi. Karena saat ini yang memiliki daya beli itu middle up, sehingga harus digarap dengan produk-produk custom yang high end product. Maka dari itu, saya mengajak industri otomotif untuk bergabung dengan koperasi, agar dapat menjadi unggulan kustom produk Indonesia," ujar Teten dikutip dalam keterangan tertulis, Minggu (6/11/2021).

Teten menambahkan model bisnis modifikasi sepeda motor yang dikemas dalam bentuk koperasi dapat menumbuhkan center of excellence di berbagai daerah. Menurutnya dengan begitu Indonesia akan memiliki kekayaan komunitas yang kreatif dan lebih luas.

"Pandemi membuka kita membangun kesadaran baru untuk melihat the new model economy Indonesia," sebut Teten.

Teten berpendapat koperasi bisa menjadi bentuk usaha yang cocok untuk menaungi para builder sepeda motor custom. Dengan terhimpun ke dalam koperasi, mereka bisa menjadi aggregator proyek pekerjaan lebih besar. Sementara itu, pengerjaan modifikasi dan kebutuhan setiap komponen dapat disebar ke bengkel-bengkel spesifik.

Adanya koperasi, lanjut Teten, juga akan mempermudah akses pembiayaan dari hulu, produksi, hingga pemasaran. Misalnya akses pembiayaan bunga ringan dari LPDB-KUMKM yang saat ini diarahkan untuk memperkuat koperasi produksi.

Dalam hal pemasaran, Teten meyakini penyerapan produk akan lebih terjamin karena dilakukan koperasi yang menjalin kerja sama dengan offtaker. Dalam hal ini, misalnya PT Pegadaian yang menyediakan kredit pembelian kendaraan bermotor kepada konsumen.

"Dari segi pembiayaan, sisi produksi bisa memakai KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau pakai dana koperasi. Tapi untuk listing company bisa memanfaatkan Pegadaian, jadi orang tidak harus beli cash kan. Nah listing dari Pegadaian, lebih setengah dari kadar listing company untuk motor komersial," urai Teten.

(prf/ega)