Satu Ekor Gajah Tangkapan Dishut Riau Mati

Satu Ekor Gajah Tangkapan Dishut Riau Mati

- detikNews
Sabtu, 22 Apr 2006 02:28 WIB
Pekanbaru - Untuk kesekian kalinya, program relokasi gajah di Riau berakhir dengan kematian. Dari 10 ekor gajah ditangkap Dinas Kehutanan Riau, satu ekor gajah usia 9 tahun mati. Duh! "Kami dari WWF meminta proses penegakan hukum yang transparan dalam kasus relokasi gajah yang sering gagal. Karena itu perlu segera dibentuk tim investigasi terhadap pelaku penangkapan gajah liar yang melanggar prosedur," kata aktivis WWF Riau, Nurchalis Fadli kepada detikcom, Jumat (21/04/2006) di Pekanbaru. Gajah remaja ini mati pada 14 April 2006 lalu setelah jatuh terkapar selama hampir tiga hari akibat tetanus. Gajah jantan berusia sekitar 9 tahun tersebut mati setelah luka pada kaki.Luka ini disebabkan oleh lilitan rantai dan tembakan panah tumpul yang tidak steril saat penangkapan sehingga mengalami infeksi parah. "Gajah ini hanyalah satu dari sekian banyak gajah liar yang mati akibat kesalahan prosedur penangkapan selama bertahun-tahun," kata Wisnu Wardana, praktisi dokter hewan yang melakukan upaya pertolongan medis sejak satwa dilindungi itu ditemukan pada 21 Maret lalu . WWF menemukan gajah liar itu - bersama 9 ekor lainnya - dalam kondisi terluka, lemah dan terikat tanpa makanan dan air di Balai Raja, Riau. Padahal berbagai upaya medis telah dilakukan untuk menyelamatkan gajah liar ini. "Mulai dari suntikan vitamin, antibiotik, serum anti tetanus hingga puluhan botol infus, satwa malang ini tak dapat diselamatkan. Sudah lebih dari 70 botol infus kami berikan sejak gajah ini mengalami masa kritis 9 April lalu, " jelas Wisnu. Ia berharap kesembilan ekor lainnya dapat diselamatkan. Saat ini, satu ekor gajah liar lainnya (betina) dalam kondisi kritis, sementara delapan ekor lainnya sedang dalam perawatan serius oleh tim medis WWF dan Yayasan Gajah Sumatra. "Penangkapan seharusnya menjadi alternatif terakhir dalam penanganan konflik gajah liar, dan hanya dilakukan oleh tim penangkap professional yang didampingi oleh ahli medis dan tim pemantau terkait lainnya, "kata Wisnu. Konsultan medis WWF ini juga menyayangkan adanya penelantaran terhadap gajah-gajah liar tersebut setelah penangkapan. "Sewaktu ditemukan, 10 gajah tersebut setidaknya sudah dibiarkan terikat selama lebih dari 10 hari tanpa perawatan terhadap luka-lukanya" urainya. Menurut Wisnu, jika luka paskapenangkapan tidak langsung diobati, maka peluang gajah liar tersebut untuk hidup akan sangat kecil."Meski diobati, gajah yang mengalami infeksi biasanya hanya berpeluang 25 persen untuk sembuh dan biaya pengobatan pun sangat tinggi," ujarnya. (atq/)


Berita Terkait