Effendi Simbolon: TNI Tak Boleh Berpolitik Praktis, Siapa Pun!

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 10:55 WIB
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon berbicara perihal uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa hari ini. Effendi menegaskan bahwa prajurit TNI tidak boleh berpolitik praktis

"TNI nggak boleh berpolitik praktis, siapapun. Itu juga bagian yang kita minta komitmen nanti," kata Effendi di Gedung Nusantara II DPR RI, Sabtu (6/11/2021).

Meski tidak boleh berpolitik, Effendi menegaskan TNI tetap digerakkan oleh politik. Yang dimaksud politik tersebut adalah kebijakan eksekutif dan legislatif.

"Tidak boleh berpolitik praktis, tetapi mereka digerakkan oleh politik negara, yaitu oleh kebijakan pemerintah dan DPR RI," ujar Effendi.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP ini berharap TNI nantinya akan menjadi institusi pertahanan negara yang modern. Alutsista TNI juga harus di-update mengikuti perkembangan zaman.

"TNI biarlah menjadi TNI, biarlah menjadi lembaga atau institusi pertahanan negara yang menjadi andalan kita semua, dan biarlah TNI menjadi modern. Modern di kemampuan, baik alutsista, termasuk juga meningkat dalam kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Itu paling penting," papar Effendi.

Uji kelayakan Jenderal Andika Perkasa sudah dimulai di ruang rapat Komisi I DPR, kompleks MPR/DPR, Jakarta. Prosesnya fit and proper test ada yang dilaksanakan terbuka, ada juga yang digelar tertutup.

(azh/zak)