Eropa Jadi Episenter Pandemi Lagi, Epidemiolog Wanti-wanti Pemerintah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 09:13 WIB
Jakarta -

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mewanti-wanti pemerintah Indonesia saat kasus virus Corona (COVID-19) di Eropa mulai naik. Kasus di Eropa, menurut Dicky, adalah peringatan untuk semua negara di dunia.

"(Kasus di Eropa) layak jadi barometer dalam kondisi global. Secara global banyak benua menurun, kasus infeksi dan kematian di Eropa meningkat dua-duanya lima minggu berturut-turut. Ini sinyal serius bahwa lebih serius dari penurunan yang banyak terjadi di belahan dunia, termasuk di Indonesia," kata Dicky saat dihubungi, Jumat (5/11/2021).

Bagi Dicky, Eropa memiliki tingkat penanganan COVID-19 lebih baik dibanding bagian benua lainnya. "Bahwa Eropa itu benua paling bagus surveilansnya, deteksi dininya, vaksinasinya, respons awal-nya dibanding benua lain," katanya.


Dicky lalu berbicara soal kemungkinan lonjakan kasus di Indonesia dan beberapa tempat lainnya. Ada hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar tak terjadi lonjakan kasus seperti di Eropa.

"Apakan akan ada lonjakan? Sangat bisa. Banyak yang harus diperhatikan, salah satunya penguatan respons screening di pintu masuk (negara), dengan peningkatan di 113 kabupaten/kota, dikejar kasus, di-testing lagi, dikarantina. Dan cepat vaksinasi minimal setengah populasi divaksin di triwulan pertama 2022," ujar Dicky.

Kemudian, Indonesia juga perlu tetap menjaga keberlangsungan PPKM secara leveling. "Jaga leveling PPKM bertingkat, dan tidak mudah melakukan pelonggaran," kata Dicky.