Round-Up

Tanah 124 Ha Tommy Soeharto Bakal Jadi Atas Nama Negara

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 22:00 WIB
Jakarta -

Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) kembali beraksi. Usai memanggil para obligor, Satgas BLBI kini langsung turun ke lapangan. Tak pandang bulu, aset PT Timor Putra Nasional terkait Tommy Soeharto mereka sita.

Bahkan, ratusan aparat TNI-Polri dikerahkan untuk menjaga proses penyitaan. Jumlah personel yang mengamankan hampir 500 orang. Aset yang disita memiliki luas 124 hektare (Ha) senilai Rp 600 miliar.

"Ya betul, jadi hari ini Satgas mengirim tim dan aparat keamanan untuk menyita aset jaminan penanggung utang dari PT Timur Putra Nasional. Itu tanah seluas 124 hektare yang dulu dijaminkan oleh Tommy Soeharto ke negara," kata Menko Polhukam Mahfud Md dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).

Pelaksanaan penyitaan berlangsung pagi tadi pukul 08.00 dengan menggelar apel pasukan pengamanan yang dipimpin oleh Kapolres Karawang. Adapun skema pengamanan dibagi menjadi 5 kompi sesuai dengan jumlah 5 pelang sita yang dipasang di 5 bidang.

"Ada 426 personel gabungan dari TNI Polri dan Satpol PP yang disiapkan dalam pengamanan, dan dibagi menjadi 5 kompi untuk ditempatkan di 5 pelang sita, yang menyebar di 5 bidang lahan sita," kata Kabag Ops Kompol Endar Supriatna di lokasi.

Dalam catatan detikcom, TPN adalah proyek Mobil Nasional Timor yang jatuh ke tangan Tommy pada 1996. Timor kemudian mendatangkan mobil dari Korea Selatan dan melabelinya sebagai mobil nasional.

Setelah Soeharto lengser, bisnis mobnas itu terbongkar. Ternyata Timor menunggak pajak triliunan rupiah. Dirjen Pajak kemudian menyita aset Timor di beberapa bank yang kini berubah menjadi Bank Mandiri.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.