Perlawanan Terhadap Hegemoni AS Gencar, RI Malah Tunduk

Perlawanan Terhadap Hegemoni AS Gencar, RI Malah Tunduk

- detikNews
Jumat, 21 Apr 2006 19:00 WIB
Jakarta - Saat ini gerakan perlawanan terhadap hegemoni Amerika Serikat (AS) gencar dilakukan negara-negara dunia ketiga. Mantan Ketua MPR Amien Rais heran dengan sikap pemerintah RI yang justru tunduk pada kepentingan AS. "Bagaimana mungkin elit dan pimpinan saat ini seperti tidak nyantol dengan tanda zaman sekarang ini. Ketika bangsa-bangsa berdiri di atas kaki sendiri, kita malah membongkok kepada kepentingan orang asing," ujar Amien dalam perbincangan dengan wartawan detikcom di kantor redaksi detikcom, Gedung Aldevco Octagon, Jl. Warung Buncit Raya 75, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2006) pukul 16.00 WIB.Amien mencontohkan sikap tegas Presiden Venezuela Hugo Chavez dan Presiden Bolivia Eva Morales yang mendorong gelombang nasionalisme di negerinya. Saat ini, ditambahkannya, di kalangan negara-negara Eropa hanya tersisa PM Inggris Tony Blair yang mendukung kebijakan-kebijakan AS."Tony Blair pun di negerinya sudah digoyang untuk mengundurkan diri. Saat ini ada kebosanan dari dunia Barat terhadap Amerika," tandasnya tegas.Karena itu, pemerintahan SBY-Kalla seharusnya lebih mengedepankan kepentingan bangsa sendiri di atas kepentingan bangsa lain. Namun disayangkan, dalam pengamatan Amien, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. "Sehingga saat ini Indonesia ada di simpang jalan yang agak mengkhawatirkan," sesal Amien.Sesalkan Lima HalPada kesempatan yang sama, Ketua MPP DPP PAN ini juga menyatakan penyesalannya yang mendalam atas penjajahan gaya baru yang dilakukan negara asing terhadap Indonesia. Kelima hal tersebut yaitu pertama, divestasi PT Indosat. Kedua, dihabisinya sumber daya alam di Papua oleh Freeport McMoran. Ketiga, eksplorasi gas di Natuna oleh Exxon, Keempat, kekuasaan Newmont di beberapa daerah. Kelima, penguasaan Blok Cepu oleh ExxonMobil.Untuk Indosat, Amien mengaku sudah pernah mengingatkan pemerintah dampak buruk yang akan terjadi jika Indosat dikuasai oleh Singapura. Penguasaan Indosat dapat diartikan Singapura menjadikan Indonesia sebagai propinsi terbesarnya."Tapi sayangnya amblas begitu saja, padahal sudah diingatkan," tukas pria Yogya ini.Amien menilai, menteri yang menjual Indosat dapat dikatakan telah melakukan kejahatan yang melawan bangsa."Kalau teroris itu crime against humanity, dan kalau menteri yang menjual Indosat itu sama dengan crime against nation," sindirnya. (fjr/)


Berita Terkait