ADVERTISEMENT

Dekan Unri Bantah Cium Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 18:52 WIB
Pekanbaru -

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri), Syafri Harto menjawab tudingan dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya. Syafri Harto membantah melakukan aksi itu.

Syafri Harto membenarkan sebagai dosen pembimbing sang mahasiswi. Dia pun lantas mengungkap awal mula mengenal mahasiswi tersebut.

"19 Oktober LM ini chatting saya. Chatting bilang mau bimbingan dan dia perkenalan," terang Syafri membantah tudingan tersebut, Jumat (5/11/2021).

Dalam perkenalan awal, Syafri mengakui menanyakan latarbelakang mahasiswi itu. Pertanyaan tersebut setelah sang mahasiswi bimbingannya itu mengaku berasal daerah yang sama, yakni dari Kota Taluk Kuantan.

Kepada Syafri, mahasiswi tersebut mengaku kuliah sambil bekerja di salah satu kafe di Pekanbaru. Selanjutnya, Syafri pun menyepakati jadwal bimbingan pada 22 dan 26 Oktober, namun batal.

"27 dia chat lagi, bilang sudah di kampus. Bertanya lagi soal kemungkinan bimbingan saya bilang bisa hari itu," katanya.

Selanjutnya, proses bimbingan berjalan, Syafri menawarkan ACC proposal skripsi mahasiswi tersebut. Setelah selesai, lanjutnya, mahasiswi itu bercerita terkait alasan bekerja yang disebut orang tuanya sakit di kampung.

Tak lama kemudian, sang mahasiswi menangis di ruangannya. Syafri pun mengaku saat itu memberikan semangat untuk tetap menyelesaikan kuliah walau kondisi ekonomi sulit.

"Saya tanya tempat tinggal, latar belakang, dan pekerjaan karena dia bilang kuliah sambil kerja. Saya bilang, kalau mau bimbingan, bisa proposal pdf dikirim. Biasa seperti yang lain juga begitu," katanya.

"Saat saya tanya latar belakang orang tua, sakit-sakitan, adiknya berhenti sekolah karena dibuli. Saat itu dia nangis, saat mau keluar dia salaman ya apa salahnya. Kan sama-sama orang Taluk," katanya.

Syafri kemudian mengaku kala itu menenangkan mahasiswi bimbingannya itu. Sambil keluar ruangan, dia mengaku menguatkan sang mahasiswi agar tetap kuliah.

"Saya bilang jangan nangis nak, jangan nangis. Saya pegang pundaknya jangan nangis, lalu apakah itu pelecehan seksual. Saya tegaskan lagi, secara hukum saya mau bertanggung jawab. Sumpah saya tidak ada cium pipi kiri dan kanan karena saya pakai masker," katanya.

Bahkan Syafri mengaku turut mengantar mahasiswinya keluar ruangan. Disaksikan staf, ia memberikan semangat kembali pada mahasiswi tersebut.

"Sambil keluar pintu dia nangis, saya bilang 'jangan lemah' itu untuk menguatkan dia," katanya.

(ras/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT