Barnabas Suebu: Tidak Tamat SMA, Saya Masuk Uncen
Jumat, 21 Apr 2006 17:44 WIB
Jakarta -
Calon gubernur yang memenangkan Pilkada Papua Barnabas Suebu membantah tuduhan penggunaan ijazah SMA palsu sebagai syarat administrasi pencalonan Gubernur Papua. Dia mengaku tidak memiliki ijazah SMA karena tidak tamat SMA."Pada tahun 1968 saya mengikuti ujian masuk perguruan tinggi yaitu Universitas Cendrawasih tanpa ijazah SMA melalui prosedur Colloquium Doctum," jelas Barnabas Siebu dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Jumat (21/4/2006).Menurut Suebu, loncatan pendidikan yang dialaminya itu bukan merupakan suatu hal yang luar biasa. Selama dirinya berkarir di pemerintahan sampai menjadi Dubes di Mexico, tidak pernah ada yang mempermasalahkan hal tersebut.Suebu juga mengklarifikasi surat keterangan hilang ijazah SMA yang dilaporkan kepada polisi yang digunakan sebagai pengganti ijazah SMA. "Hal itu tidak benar," kata dia.Ketika mencalonkan diri, semua persyaratan administrasinya diurus oleh Koalisi Papua Baru yang mencalonkannya. "Atas kekeliruan dan kelalaian tersebut, saya telah meminta kepada Koalisi Papua Baru untuk menarik kembali surat keterangan yang salah dan menggantikannya dengan surat keterangan yang benar," tegasnya.Dengan penjelasan ini, Suebu meminta kepada semua pihak yang masih mempermasalahkan ijazahnya untuk menghentikan polemik ini. Suebu juga mengancam akan membawa ke proses hukum jika persoalan ini masih diteruskan.Beberapa waktu lalu, sebuah LSM Papua bernama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pembangunan berniat melaporkan Barnabas Suebu ke Mabes Polri. LSM tersebut menduga Suebu mengunakan ijazah SMA palsu. Temuan ini berawal dari keterangan Suebu ke polisi yang seolang-olah telah kehilangan ijazah dalam satu perjalanan. Suebu melaporkannya ke Polrs Jayapura Sentani. Dengan surat kepolisian itu, Barnabas Suebu membuat pengganti ijazah sebagai prasyarat untuk menjadi kandidat Gubernur periode 2006-2011.
(zal/)










































