Amien: Tidak Mengherankan Ada Carut Marut di Istana
Jumat, 21 Apr 2006 17:44 WIB
Jakarta - Amien Rais bersama kelompok barunya, Try Sutrisno dan Wiranto cs, membatalkan permintaan bertemu Presiden SBY. Sebab, berkali-kali rencana pertemuan dibatalkan pihak Istana. Karena itu, Amien Rais merasa sudah tidak heran pembatalan itu karena ada carut marut di Istana Kepresidenan. "Dengan kejadian ini, saya tidak heran bila ada carut marut di Istana. Wong laptop penting saja bisa hilang di Istana," kata Amien Rais setengah bercanda saat berbincang-bincang dengan wartawan detikcom di kantor redaksi detikcom, Gedung Aldevco, Jl. Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2006) pukul 16.00 WIB. Yang dimaksud Amien, adalah hilangnya dua laptop staf juru bicara Presiden yang hilang beberapa waktu lalu. Padahal, kantor staf tersebut berada satu lantai dengan Sekretaris Kabinet, Sekretaris Militer, dan Juru Bicara Presiden di Wisma Negara. Amien juga mencontohkan hebohnya surat dari PT Sun Hoo terkait wacana renovasi kantor Kedubes RI di Korea Selatan. "Surat aslinya tidak ketemu, yang ketemu malah surat palsu," sindir mantan Ketua MPR ini sambil tergelak. "Jadi kalau 9 orang dari kami akhirnya dilempar ke sana-sini, saya tidak heran," imbuhnya.Amien juga menyinggung soal gampangnya obligor BLBI yang bisa masuk ke Istana. "Kalau mereka bisa masuk, kenapa kita dibatalkan terus. Padahal, maksud kita itu sangat baik," ungkap Amien yang mengaku ingin bertemu SBY untuk memberikan masukan terkait masalah bangsa ini. Dari berita media massa, Amien juga mengetahui bahwa sulitnya bertemu dengan presiden, tidak hanya dialami dirinya dan Try Sutrisno cs, tapi juga dialami oleh pimpinan ICMI. "Mbak Marwah (Ketua Presidium ICMI-Red) mengaku ICMI ditunda tiga kali baru bisa ketemu. Sedangkan Pak Din (Din Syamsuddin-Ketua Umum PP Muhammadiyah, sudah tiga meminta bertemu, tapi belum juga kesampaian," ungkap dia. Saat disinggung bahwa sebelum ini Amien sangat gampang masuk Istana dan bertemu SBY, Amien mengaku, baru dua kali bertandang ke Istana dan bertemu SBY. Pertemuan Amien dengan SBY saat itu selalu ditemani Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir. "Seingat saya saya bertemu cuma dua kali. Dan itu pada saat satu tahun pertama. Memasuki tahun kedua, belum. Dan saya pikir, semakin lama orang berkuasa, maka akan semakin banyak proteksi," ujar dia. Kelanjutan kisah 'kisruh' gagalnya agenda Amien Cs bertemu Presiden SBY ini sudah ditindaklanjuti oleh Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Menko Polhukam. Kedua menteri ini sudah menemui Try Sutrisno menjelaskan masalah ini. Sementara orang dekat Amien yang juga anggota DPR dari Fraksi PAN, Drajad H Wibowo yang ikut mendampingi Amien, menyatakan, masalah gagalnya pertemuan dengan SBY bisa jadi tidak diketahui oleh Presiden SBY. "Mungkin SBY tidak tahu. Pak Sudi juga tidak tahu. Tapi, yang jelas kita pernah dihubungi pihak istana," ujar Drajad.
(asy/)











































