Tanah 124 Ha Tommy Soeharto di Karawang Bakal Dibalik Nama oleh Negara

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 16:40 WIB
Jakarta -

Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyita aset PT Timor Putra Nasional milik Tommy Soeharto seluas 124 hektare senilai Rp 600 miliar di Karawang. Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan aset tersebut akan disita dan segera dibalik nama oleh negara.

"Ya betul, jadi hari ini Satgas mengirim tim dan aparat keamanan untuk menyita aset jaminan penanggung utang dari PT Timur Putra Nasional. Itu tanah seluas 124 hektare yang dulu dijaminkan oleh Tommy Soeharto ke negara," kata Mahfud dalam keterangannya, Jumat (5/11/2021).

Mahfud menegaskan pemerintah memiliki dokumen untuk menyita aset tersebut. Dengan demikian, aset tersebut akan segera dibalik nama atas nama negara.

"Tetapi ternyata itu masih disewakan (tanah 124 ha milik Tommy) dan nyewanya ke itu-itu juga, sehingga sekarang kita sita dan akan segera dibaliknamakan atas nama negara dan kita punya dokumen untuk itu," ujarnya.

Lebih lanjut Mahfud mengatakan penyitaan aset Tommy Soeharto ini sudah sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Kini pemerintah akan terus mengejar obligor BLBI yang belum melunasi utangnya.

"Ya, kita sudah punya skema tentang siapa dan kapan akan disita barangnya dan ditagih utangnya. Jadi ini sekarang mulai, bukan mulai sih. Dulu kan sudah mulai, dari dulu yang Lippo yang 5 juta hektare lebih di empat kota itu, kemudian sekarang Tommy, nanti apa lagi. Masih banyaklah dan kita punya schedule untuk itu sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh Presiden. Skema kita, siapa dan kapan, itu sudah kita buat," katanya.

Sebelumnya, Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) terus berupaya melakukan penagihan utang kepada obligor BLBI. Satgas BLBI kini menyita tanah seluas 120-124 hektare di Karawang, yang merupakan aset PT Timor Putra Nasional terkait Tommy Soeharto.

"Benar, hari ini Satgas BLBI menyita tanah seluas sekitar 120 hektare di Karawang beserta seluruh aset industri yang ada di dalamnya," kata Menko Polhukam Mahfud Md dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/11/2021).

Mahfud mengatakan aset tanah yang disita itu merupakan kawasan industri di Karawang. Mahfud mengatakan sebelumnya aset tersebut dijaminkan Tommy Soeharto kepada negara.

"Ini adalah kawasan industri yang dulu dijaminkan oleh Tommy Soeharto kepada negara. Kita punya dokumen hukum untuk melakukan itu," ujar Mahfud.

(yld/fjp)