NU DKI Sentil MUI soal Heboh Pernyataan Ade Armando tentang Salat

ADVERTISEMENT

NU DKI Sentil MUI soal Heboh Pernyataan Ade Armando tentang Salat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 11:07 WIB
Ketua PWNU DKI, Syamsul Maarif,
Ketua PWNU DKI Samsul Ma'arif (Foto: Dok Pribadi)
Jakarta -

Ketua PWNU DKI Samsul Ma'arif menilai pernyataan Ade Armando soal perintah salat lima waktu tak ada dalam Al-Qur'an tidak salah. Hanya, kata Samsul, pernyataan itu tak dibarengi oleh penjelasan yang lengkap. Samsul pun menyinggung MUI.

"Isinya tidak ada yang salah. Tapi kurang dalam penjelasan," kata Samsul kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Samsul lantas menjelaskan fungsi hadis sebagai penjelas Al-Qur'an. Menurut dia, ada beberapa hal yang tidak dijelaskan dalam Al-Qur'an kemudian dirinci di hadis.

"Misalnya, bahwa hadis salah satu fungsinya adalah sebagai penjelas (bayan) terhadap Al-Qur'an. Seperti tata cara salat tidak dijelaskan di dalam Al-Qur'an, tapi hadis yang menjelaskan bagaimana salat itu," ujar Samsul.

Samsul juga sepakat soal pernyataan pihak yang tak berkompeten agar tidak memberikan pandangan mengenai Al-Qur'an. Hal itu, kata Samsul, berlaku juga bagi pengurus MUI yang tidak mempunyai kompetensi.

"Saya setuju, siapa saja yang tidak punya kompetensi bidang agama, sebaiknya tidak memberi komentar, termasuk berlaku bagi orang MUI yang tidak punya kompetensi bidang tertentu, jangan mengomentari," ujar Samsul.

MUI Kritik Ade Armando

Sebelumnya, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta Ade Armando tak membuat pernyataan di luar kapasitasnya. Ade diminta tak membuat pernyataan sensasional.

"Jadi kalau beliau itu kompetensinya komunikasi, berkomentarlah soal komunikasi supaya tidak bias. Komentar sesuai keahlian, bukan berkomentar untuk sensasional," kata Amirsyah kepada wartawan, Rabu (3/11).

Amirsyah menjelaskan perintah salat merujuk pada ayat suci Al-Qur'an. Kemudian hal itu dirinci lebih lanjut dalam hadis.

"Jadi begini memahami ajaran Islam itu berdasarkan Al-Qur'an, hadis dan termasuk ijtimak ulama dengan menggunakan akal pikiran yang sehat. Jadi banyak penafsiran akhirnya harus sepakat para ulama. Tegas bahwa dasar hukum salat itu memang merujuk kepada Al-Qur'an dan hadis Rasulullah SAW. Berdasarkan itu perintah salat itu disebutkan di dalam Al-Qur'an secara umum kemudian dijelaskan lebih rinci berdasarkan hadis Rasulullah SAW dengan syarat para ulama yang memiliki kompetensi memahami Al-Qur'an dan hadis itu. Lima waktu itu adalah perintah salat yang dinyatakan di Al-Qur'an dan hadis dan para ulama telah sepakat memahami perintah 5 waktu," ujar Amirsyah.

Atas hal itu, Amirsyah mengatakan mereka yang bisa menyampaikan pandangan terkait ajaran agama Islam itu adalah ulama kompeten. Mereka yang tidak memiliki kompetensi diminta menahan diri.

"Jadi saya mengatakan berdasarkan Al-Qur'an dan hadis, ijtimak ulama yang kompeten memahami itulah yang berhak memberikan komentar dan pendapat. Poin yang kedua sebaliknya, yang tidak punya kompeten yang tidak punya keilmuan yang tidak punya otoritatif soal perintah salat, lima waktu, prinsip Al-Qur'an dan hadis, ijtimak ulama, sebaiknya tidak berkomentar ya, karena bisa bias pemahaman," ujar Amirsyah.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT