Mengaku Punya Kejutan Romantis, Suami Tikam Istri

Mengaku Punya Kejutan Romantis, Suami Tikam Istri

- detikNews
Jumat, 21 Apr 2006 16:34 WIB
Brisbane - Mengaku ingin memberikan kejutan romantis, seorang suami membaringkan istrinya ke tempat tidur dan mengikat kedua tangannya dengan sehelai scarf dan menutup matanya. Pria itu pun mencium kening istrinya dan menyanyikan sepenggal lagu "I Swear" yang dipopulerkan grup All-4-One.Namun kejadian selanjutnya sungguh mengejutkan! Saiyad Jabbar asal Brisbane, Australia itu menikam perut istrinya, Shabana Nisha. Hah?!Di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Brisbane, Jabbar mengaku bersalah atas tuduhan melakukan perbuatan yang sangat membahayakan jiwa. Peristiwa itu terjadi pada 4 Oktober 2004. Istrinya yang kini berusia 26 tahun, saat itu berhasil melawan keganasan Jabbar dan lari mencari pertolongan. Demikian seperti diberitakan harian The Australian, Jumat (21/4/2006).Jaksa David Meredith mengatakan, saat kejadian, Jabbar pulang ke rumah lebih awal dari biasanya. Pria berusia 27 tahun itu bilang ke istrinya kalau dirinya punya hadiah khusus untuknya. Jabbar kemudian membawa sang istri ke kamar dan menyetel CD "I Swear" yang ngetop tahun 1994 itu.Shabana yang matanya tertutup dengan scarf itu terbuai akan suasana romantis tersebut. Apalagi ketika Jabbar mencium mesra keningnya. Namun semua berubah ketika suami tercintanya itu menusuk perutnya dengan pisau! Untunglah, perempuan itu bisa melawan dan memukulkan botol parfum ke kepala Jabbar. Setelah itu, Shabana lari sekencang-kencangnya ke jalanan dan mendapat pertolongan dari seorang tukang pos yang kebetulan melintas di dekat rumahnya.Akibat insiden itu, Shabana yang keturunan India-Fiji mengalami luka sedalam 3 centimeter di perutnya. Menurut Jaksa Meredith, motif perbuatan Jabbar didorong oleh serangkaian kebohongan yang dikarang Jabbar kepada istrinya. Pria yang tadinya bekerja di call centre itu mengaku dapat kerja di Commonwealth Bank. Jabbar bahkan membuat surat-surat palsu yang menunjukkan bahwa nantinya dia akan memperoleh gaji sebesar US$ 200 ribu per tahun. Padahal semua itu dusta belaka untuk menyenangkan istrinya. Sampai akhirnya mereka akan pergi berlibur ke Fiji, yang sebenarnya tidak mampu dibiayai Jabbar. Rencana liburan yang semakin dekat itu memicu perbuatan nekat Jabbar untuk menghabisi nyawa istrinya."Peristiwa ini tidak dapat dipahami kecuali sebagai upaya untuk menyembunyikan semua kebohongannya, dengan cara begitu dia ingin supaya tidak mengecewakan istrinya," kata Meredith.Pasangan yang menikah tahun 2001 itu kini berpisah. Shabana hidup dengan ketakutan di sebuah tempat yang dirahasiakan. Hakim menunda putusan vonis terhadap Jabbar karena masih menunggu laporan terbaru kondisi kejiwaan Jabbar. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads