BSSN soal Pembangunan Kolam Renang Rp 1,8 M: untuk Olahraga Peserta Diklat

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 05 Nov 2021 07:12 WIB
BSSN
BSSN (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk membuat kolam renang di kantor. BSSN bakal membangun kolam renang itu di kantor yang ada di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN Christyanto Noviantoro menyebut kantor BSSN Sentul merupakan kantor yang diperuntukkan sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (Pusbang SDM) BSSN. Menurutnya, Pusbang SDM menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi personel keamanan siber dan sandi di lingkungan BSSN, Kementerian/Lembaga, TNI/Polri, serta pemerintah daerah.

"Pembangunan kolam renang di kantor BSSN Sentul sudah sesuai dengan analisa kebutuhan dan diperuntukkan sebagai sarana olahraga air bagi peserta diklat untuk menjaga kebugaran pada saat mengikuti masa pelatihan," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/11/2021).

Dia mengatakan pembangunan kolam renang dilakukan melalui mekanisme tender. Lelang tender dibuka pada situs LPSE BSSN dan diselenggarakan sesuai dengan Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Seperti diketahui, BSSN menganggarkan Rp 1,8 miliar untuk membuat kolam renang di kantor. Hal tersebut diketahui dari situs LPSE BSSN.

Dilihat detikcom, Rabu (3/11), paket pembuatan kolam renang di Kantor BSSN Sentul itu memiliki kode tender 2395491.

Sumber dana proyek itu berasal dari APBN 2021. Tahap tender saat ini telah memasuki masa sanggah.

"Satuan kerja Badan Siber dan Sandi Negara," demikian tertulis dalam situs LPSE BSSN.

Proyek ini digelar dengan metode pengadaan tender pascakualifikasi satu file, harga terendah sistem gugur. Tanggal pembuatan tender yakni 20 Oktober 2021.

"Nilai pagu paket Rp. 1.800.000.000 (Rp 1,8 miliar). Nilai HPS paket Rp. 1.789.798.700 (Rp 1,78 miliar)," tulis situs itu.

Proyek itu akan dikerjakan di BSSN Sentul, Jalan Raya Cijayanti, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Tender dimenangi oleh CV Aktalindo Perkasa dengan harga terkoreksi Rp 1.417.502.635 (Rp 1,4 miliar).

Simak video 'BSSN Jelaskan Penyebab Kebocoran Data Aplikasi eHAC Kemenkes':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/knv)