Laporan dari Dubai

Di Panggung Dubai Expo, Mendag Ajak Bangkit dari Pandemi COVID-19

Idham Khalid - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 21:33 WIB
Mendag Muhammad Lutfi
Mendag Muhammad Lutfi (Foto: Dok Biro Humas Kemendag)
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia bangga menjadi bagian dari event World Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Lutfi mengajak untuk bangkit dari pandemi COVID-19.

"Kita semua menjadi saksi bagaimana COVID-19 berdampak pada semua negara dan semua orang. Itu mengubah cara kita hidup dan bekerja. Dan mengubah kebijakan di semua sektor," kata Lutfi.

Lutfi menyampaikan itu dalam sambutannya di acara State of Nation di Al Wasl Plaza, World Expo 2020 Dubai, menjelang pergelaran seni dan budaya Indonesia National Day, Kamis (4/11/2021). Menteri Ekonomi sekaligus Komisaris Jenderal Expo Dubai Najeeb Ali.

"Saya percaya bahwa kita bisa. Semua telah melihat dampaknya. Sekarang waktunya bagi kita untuk pulih bersama dan menjadi lebih kuat. Untuk melakukan itu kita butuh visi yang jelas dan untuk mengumpulkan apa yang akan kita lakukan," sambungnya.

Mendag Muhammad Lutfi sambutan di acara State of Nation di Al Wasl Plaza, World Expo 2020 DubaiMendag Muhammad Lutfi memberi sambutan di acara State of Nation di Al Wasl Plaza, World Expo 2020 Dubai. (Idham/detikcom)

Lutfi mengatakan Expo 2020 Dubai merupakan gambaran dari kemampuan menciptakan hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya yang menginspirasi, memberikan kesenangan. Lebih penting lagi, menciptakan masa depan yang lebih baik.

"Masa depan di mana kita menghormati semua budaya. Masa depan dimana kita bekerja sama untuk melindungi keberlangsungan planet kita dan tidak ada yang tertinggal. Untuk itu, saya ingin berterima kasih kepada UEA yang telah bekerja dan menciptakan tempat ini," katanya.

Lutfi menuturkan Indonesia akan menjadi presidensi G20. Lutfi mengungkap hal itu menjadi kebanggaan Indonesia.

'"Kehormatan ini akan diikuti tanggung jawab dari kami. Kami berkomitmen untuk menciptakan bukan hanya ekonomi melainkan juga masa depan yang berkelanjutan," ujarnya.

(idh/fas)