KSAD Alihkan Pembelian Fokker 50 ke Transwisata
Jumat, 21 Apr 2006 14:09 WIB
Jakarta -
Lantaran biaya pemeliharaannya tinggi, KSAD Jenderal Djoko Santoso memutuskan agar alokasi anggaran yang semula digunakan untuk membeli Fokker 50 dialihkan kembali ke peruntukan awal yakni membeli helikopter dan Cesna 212.Demikian disampaikan Djoko usai usai apel bersama dalam rangka perayaan Hari Kartini di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2006).Dijelaskan Djoko, mengenai masalah Fokker pada tahun anggaran 2003 Angkatan Darat (AD) mendapat alokasi angggaran untuk membeli pesawat yaitu pesawat helikopter. Menurutnya, karena tuntutan tugas maka dialihkan untuk membeli Fokker 50.Namun ternyata, kata Djoko, TNI AD tidak mempunyai kemampuan tentang mengoperasikan pesawat Fokker 50. Untuk itu, Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) lantas bekerja sama dengan PT Transwisata."Di dalam latihan, kru yang dilatih waktu itu ada 4 pilot, 4 mekanik, dan 4 pramugari," ujarnya.Djoko menyatakan setelah berjalan sekian lama TNI AD akhirnya mengadakan evaluasi. Hasilnya, dengan alasan operasional dan pemeliharaannya sangat tinggi, pimpinan TNI AD memutuskan untuk dialihkan kembali sesuai peruntukkan awal yaitu pesawat helikopter dan Cesna 212 yang menjadi standard TNI AD dengan bekerjasama dengan PT Transwisata."Kita bersepakat agar Transwisata membeli pesawat Fokker 50 sebesar Rp 17,8 miliar," ujarnya.Lebih lanjut, Djoko menyatakan, TNI AD kini tengah memproses pembelian helikopter volvo dan Cassa 212 secara administrasi ke Mabes TNI, Departemen Pertahanan, dan Transwisata."Itu semua standar Penerbad sehingga kita punya kemampuan untuk mengoperasionalkannya dan memeliharanya," cetusnya.Apa Fokker itu ada dan bukan fiktif? "Itu memang ada. Keputusan saya selaku KSAD tentang Fokker itu. Dan itu menjadi tanggung jawab saya," kata Djoko.Djoko pun memastikan Fokker 50 saat ini sudah bukan milik TNI AD lagi.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































