Panelis Asing Puji Strategi Pentaheliks Ridwan Kamil Pulihkan Citarum

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 22:38 WIB
Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Para panelis luar negeri di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Dunia COP26-UNFCCC memuji upaya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Pemprov Jabar memulihkan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dengan strategi pentaheliks.

Dalam 'Panel Dialogue: Scaling Up Governance and Collaborative Actions In Combinating Marine Plastic Litter Towards Climate Actions In Indonesia', Member of Management Committee KfW Development Bank, Stephan Opitz memandang paparan Ridwan Kamil menunjukkan sosok kepemimpinan yang tepat mampu menanggulangi kerusakan lingkungan seperti yang terjadi di DAS Citarum.

"Bagi saya apa yang Anda (Ridwan Kamil) lakukan di Jawa Barat sangat mengesankan. Ini menunjukkan kemampuan kepemimpinan politik Anda bisa mengintegrasikan seluruh stakeholders yang berbeda lewat pendekatan pentaheliks," ujar Stephan dalam keterangannya, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, penanganan kerusakan lingkungan dan kemajuan yang ditunjukkan Gubernur Jabar adalah persoalan yang tidak mudah dan kompleks. Ia menambahkan KfW yang merupakan bank pembangunan Jerman menilai penanganan seperti di Citarum menjadi salah satu perhatian dari bank donor untuk memberikan bantuan finansial.

Sementara itu, Moderator sekaligus Director of Global Plastic Action Partnership, Kristen Hughes menilai Ridwan Kamil sebagai sosok pemimpin luar biasa, sangat ambisius dalam arti positif, dan inspirator yang baik untuk Indonesia.

Menurut Kristen, sistem pentaheliks yang dijalankan Ridwan Kamil membuat progres Citarum sangat bagus.

"Ada investasi yang luar biasa di sana, banyak strategi yang bagus, dengan multi stakeholders yaitu pemerintah, society, komunitas, dan semua bekerja bersama untuk berfokus pada sungai untuk jangka waktu yang lama. Apa yang akan terjadi dalam jangka waktu pendek dan juga untuk 50 tahun ke depan," tuturnya.

"Dan saya memberikan tepuk tangan untuk pemerintah (Indonesia) yang telah mengerjakan dengan fantastis untuk kepemimpinannya. Masih banyak hal yang harus dikerjakan di Indonesia, namun tentu saja menjadi contoh yang baik dari Jawa Barat,"imbuhnya.

Selain itu, Kristen mengapresiasi Presiden RI yang sudah menerbitkan perpres dan peraturan lainnya dalam rangka keberlanjutan program dan green development di Indonesia. Ia pun mengaku sangat antusias pada tahun 2028 akan adanya national plastic action partnership, terlebih Indonesia diketahui menjadi pihak pertama yang mengambil langkah maju.

"Kami sangat tertarik untuk melanjutkan kerja sama ini. Tak hanya di Indonesia, Asia Tenggara, tapi juga di seluruh planet. Jadi salut untuk Indonesia yang telah memberikan yang terbaik. Kami tak sabar untuk melihat perkembangannya ke beberapa tahun ke depan," katanya.

Diketahui, apresiasi ini muncul saat Ridwan Kamil memaparkan kemajuan penanganan Sungai Citarum dan upaya penanganan sampah di Jabar. Dalam konferensi tersebut, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan soal pengurangan sampah plastik di sungai dan bagaimana caranya mencegah sampah mengalir sampai ke laut.

Komandan Satgas Citarum Harum ini menyebutkan, ia menerima tantangan besar menjadikan Citarum dari sungai terkotor menjadi sungai terbersih dalam waktu tujuh tahun atau hingga 2025 mendatang.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil, saat ini beragam masalah muncul dari Citarum. Mulai dari limbah, domestik, limbah industri dan alih fungsi lahan, serta minimnya kepemimpinan atau political will.

"Saya terima tantangan itu dan berkoordinasi serta berkolaborasi dengan semua stakeholders di Jawa Barat. Setelah tiga tahun, sekarang kondisi sungai mengalami perubahan di antaranya ikan-ikan kembali dapat berkembang lagi karena kualitas air yang membaik," jelas Kang Emil.

(ncm/ega)