Drainase Buruk, Permukiman Warga di Medan Terendam Banjir 4 Hari

Datuk Haris Molana - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 18:28 WIB
Banjir rendam permukiman di Medan 4 hari (Datuk-detikcom)
Banjir merendam permukiman di Medan 4 hari. (Datuk/detikcom)
Medan -

Sejumlah rumah warga di Gang Pembangunan, Titi Kuning, Medan Johor, terendam banjir. Air sudah menggenangi permukiman warga selama 4 hari.

Pantauan detikcom, Rabu (3/11/2021), terlihat air masih menggenangi jalanan di Gang Pembangunan. Tampak juga sejumlah rumah warga terendam.

Tampak beberapa petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) ) Medan berada di lokasi. Ada juga mobil penyedot air untuk mengatasi banjir di daerah tersebut.

"Kalau banjir ini awalnya sih tidak begitu separah ini mungkin dari berapa tahun yang terakhir pun sudah memang banjir, cuma tidak separah ini. Namanya belum ada pembenahan, makin lama pasti makin parah banjir ini," kata salah satu warga, Ardiansyah, di lokasi.

Ardiansyah mengatakan banjir hari ini merupakan yang terparah dalam sepekan terakhir. Dia mengatakan banjir sudah terjadi sejak Sabtu (30/10) malam.

"Inilah yang terparah, dalam satu minggu terakhir," sebut Ardiansyah

Ardiansyah mengatakan banjir terjadi karena drainase yang buruk. Dia mengatakan parit di wilayah itu tersumbat.

"Jadi ini jalur drainase dari Tritura menuju Gang Pembangunan lalu Kompleks Pandan Hijau, menuju Gang Saidah, jumpalah parit besar menuju ke protokol. Lalu nyeberang ke Sungai Deli," sebut Ardiansyah.

"Namun dari Gang Pembangunan menuju Pandan Hijau, dari Pandan Hijau itu menuju Gang Saidah tidak jalan, air tidak jalan sama sekali. Jadi pada saat hujan deras di sini awalnya tidak banjir tapi begitu hujannya selesai kembalilah air tadi menuju ke Gang Pembangunan ini yang lebih rendah sedikit. Makanya di sini paling parah dampaknya," sambungnya.

Dia mengatakan petugas juga kesulitan melakukan pembersihan saluran air karena gorong-gorong berada di bawah rumah warga. Dia berharap pemerintah segera memberi solusi agar banjir tak terjadi berulang kali.

"Terus melakukan pengorekan dan tetap apa yang diminta warga. Itu yang dilakukan pemerintah saat ini. Cuma untuk solusi, mungkin agak susah karena ke Gang Saidah tadi ada gorong-gorong yang sudah dari tahun '80-an dibangun di atas rumah warga. Jadi kalau untuk pembersihan di bawah gorong-gorong itu mungkin agak susah. Karena rumah warga sudah puluhan tahun juga di situ," sebut Ardiansyah.

(haf/haf)