Peringati Hari Kartini, FPI Demo Tolak RUU APP
Jumat, 21 Apr 2006 10:53 WIB
Semarang - Banyak ragam dan cara untuk memperingati Hari Kartini. Di Semarang, Jawa Tengah, Front Perempuan Indonesia (FPI) memperingati kelahiran tokoh emansipasi itu dengan mendemo Rancangan Undang Undang Antipornografi dan Pornoaksi (RUU APP). Aksi digelar massa FPI yang berjumlah sekitar 75 orang itu dengan melakukan long march dari masjid Baiturrahman, Simpang Lima ke Kantor DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (21/4/2006). FPI terdiri dari LSM dan komunitas seni di Jawa Tengah. Ninik Jumoiri, salah seorang peserta aksi menyatakan, RUU APP mengebiri kebebasan hak individu untuk berekspresi. Menurut dia, RUU itu akan menyeragamkan seluruh perempuan di Indonesia."Apakah mau kalau sejak lahir para perempuan sama semua?" kata Ninik dalam orasinya. Pertanyaan Ninik serentak dijawab 'tida'k oleh peserta aksi."Apakah mau kita semua disuruh jilbaban?" tanya Ninik lagi. Massa pun serentak menjawab, tidak. Padahal peserta aksi itu banyak yang justru perempuan berjilbab. Ikut serta dalam aksi itu dua waria. Seorang waria mengenakan rok mini dan berpenampilan seksi, sementara satu orang lainnya mengenakan jins dan jaket kulit hitam. Massa juga berpendapat pemerintah tidak perlu turut campur dalam pakaian perempuan. "Seporno-pornonya pornografi lebih porno RUU APP," protes mereka dalam spanduk yang dibawanya. Hingga pukul 10.40 WIB, massa masih menunggu waktu untuk berdialog dengan sekretaris Komisi D DPRD Jateng Zuhar Mahsun.
(iy/)











































