Surpres Calon Panglima TNI Andika Dikirim ke DPR di Tengah Kunker LN Jokowi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 11:59 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengusulkan KSAD Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI ke DPR. Surpres calon Panglima TNI itu dikirim ke DPR di tengah kunjungan kerja Jokowi ke luar negeri.

Jenderal Andika Perkasa Pilihan Jokowi

Kepastian mengenai Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI pilihan Jokowi itu disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2021). Hanya satu nama calon Panglima TNI yang diusulkan Jokowi.

"Presiden mengusulkan satu nama calon Panglima TNI," kata Puan.

"Atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," imbuh Puan.

Puan menjelaskan, setelah menerima surpres, DPR akan segera memproses surat tersebut untuk mempersiapkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Surpres calon Panglima TNI itu dikirim ke DPR oleh Mensesneg Pratikno. Pratikno berharap surpres itu segera mendapat persetujuan dari DPR.

"Oleh karena itu, kami atas nama pemerintah sangat mengharapkan kepada Ibu Ketua DPR, Bapak pimpinan DPR, dan seluruh anggota DPR untuk bisa segera memproses," ujar Pratikno.

Kunker Jokowi ke Luar Negeri

Seperti diketahui, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke tiga negara. Jokowi awalnya menghadiri KTT G20 di Roma, Italia.

Setelah itu, Jokowi menghadiri rangkaian KTT Pemimpin Dunia COP26 di Glasgow, Skotlandia. Selanjutnya Jokowi melanjutkan lawatan kerja luar negerinya ke Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab.

Di Abu Dhabi, Jokowi akan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed Bin Zayed (MBZ), meninjau sejumlah infrastruktur, hingga bertemu dengan para tokoh dan pebisnis Persatuan Emirat Arab.

Selama dua hari di Glasgow, Jokowi menjalani sejumlah agenda kerja yang cukup padat. Pada hari pertama, Jokowi mengadakan pertemuan bisnis dengan para CEO perusahaan Inggris. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mengakselerasi realisasi komitmen investasi perusahaan yang hadir dalam pertemuan yang mencapai USD 9,29 miliar guna mendukung percepatan transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia.

Jokowi juga menghadiri upacara pembukaan KTT Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Scottish Event Campus (SEC). Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim, antara lain laju deforestasi yang turun signifikan dan terendah dalam 20 tahun terakhir, hingga penurunan kebakaran hutan sebesar 82 persen pada 2020.

Di sela-sela KTT COP26, Jokowi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Ibrahim Shtayyeh dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan Palestina menjadi negara yang merdeka, berdaulat penuh, serta dapat menentukan nasibnya sendiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negaranya.

Sementara itu, pada pertemuan bilateral dengan PM Slovenia, Janez Jansa, Jokowi antara lain berharap Slovenia mendorong finalisasi perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Jokowi juga menggelar pertemuan bilateral dengan PM Inggris Boris Johnson. Kedua pemimpin ini sepakat meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Kepada Presiden Jokowi, PM Johnson bahkan menyatakan pentingnya dukungan berupa investasi hijau, dukungan multilateral development banks, dan teknologi hijau yang terjangkau.

Sedangkan saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Jokowi setidaknya membahas empat isu utama, yaitu apresiasi kerja sama di bidang kesehatan, pentingnya kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, isu perubahan iklim, dan presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022. Selain itu, kedua kepala negara melakukan tukar pikiran mengenai berbagai isu internasional, antara lain demokrasi, Myanmar, dan Afghanistan.

Pada hari kedua, Jokowi menjadi salah satu dari tiga pembicara pada World Leaders Summit on Forest and Land Use. Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan soal pengelolaan hutan yang harus memadukan pertimbangan kebijakan lingkungan dengan ekonomi dan sosial. Jokowi juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman tentang keberhasilannya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Abu Dhabi antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

(knv/fjp)