Polisi Periksa Olivia Jensen soal Dugaan Penodaan Kehormatan Bendera Negara

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Rabu, 03 Nov 2021 11:34 WIB
Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Gedung Bareskrim Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Artis Olivia Jensen dipolisikan ke Bareskrim Polri atas dugaan penodaan kehormatan bendera negara karena membuat konten melempar bendera Merah Putih. Polisi telah memeriksa Olivia Jensen di kasus ini.

"Sudah diperiksa, tanggal 8 Oktober lalu," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Rabu (3/11/2021).

Andi menjelaskan, saat ini kasus dugaan penodaan kehormatan bendera negara masih di tahap penyelidikan. Andi mengaku membutuhkan keterangan dari saksi-saksi lain.

"Masih ada beberapa saksi yang perlu diambil keterangannya," tuturnya.

Terpisah, pelapor Olivia Jensen, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Gurun Arisastra, menyebutkan status artis Olivia Jensen masih sebagai saksi karena masih dalam tahap penyelidikan.

"Berdasarkan informasi surat yang didapat, karena masih penyelidikan, ya Olivia Jensen masih sebagai saksi," kata Gurun.

Gurun berharap kasus tersebut tetap dilanjutkan. Dia meminta Bareskrim melanjutkan kasus itu supaya bisa diajukan ke persidangan nanti.

"Harapan saya perkara tetap terus dilanjutkan ya. Tugas polisi kan mengedepankan asas praduga bersalah (presumption of guilt), bukan asas praduga tidak bersalah. Maksudnya tugas polisi mencari alat bukti, sudah memenuhi 2 alat bukti ya tinggal dilanjutkan statusnya dan diajukan ke persidangan. Bukan menjadi hakim, yakni menentukan salah atau benar suatu peristiwa hukum," terangnya.

Diketahui, Olivia Jensen diduga merendahkan kehormatan bendera negara saat membuat konten dengan melempar bendera Merah Putih bersama anaknya. PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) resmi melaporkan Olivia ke Bareskrim Polri.

Dalam laporan polisi (LP) yang diperlihatkan oleh Direktur Eksekutif LBH PB SEMMI Gurun Adisastra, LP itu ditandatangani oleh Kepala Subbagian Penerimaan Laporan AKBP R Herminto M Jaya. LP itu bernomor LP/B/501/VIII/2021/SPKT/BARESKRIMPOLRI.

Olivia Jensen diduga melakukan tindak pidana kejahatan terkait penodaan, penghinaan, atau merendahkan kehormatan bendera negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun pelapornya adalah Gurun sendiri.

Olivia Jensen mendadak jadi pusat perhatian setelah video perayaan Hari Kemerdekaan yang diunggah ke Instagram. Video itu menuai kontroversi lantaran Olivia Jensen dan anaknya melempar bendera Merah Putih.

Tindakan Olivia Jensen itu lantas dikomentari pedas oleh netizen. Tidak sedikit dari warganet yang menyoroti bagaimana sulitnya mengibarkan bendera di masa penjajahan sehingga menilai apa yang dilakukan Olivia Jensen tidak pantas.

Untuk aksinya itu, pemeran 'Bukan Cinta Biasa' tersebut telah meminta maaf. Tidak hanya sekali, Olivia Jensen sudah mengutarakan permohonan maafnya sebanyak dua kali. Yang kedua, dia juga meminta maaf kepada negara.

"Video tersebut murni kesalahan yang tidak disengaja dan saya sekali lagi ingin meminta maaf kepada negara dan juga seluruh lapisan masyarakat atas kejadian ini," tulis Olivia Jensen dilihat detikcom di Instagram pribadinya.

Dia juga menegaskan tidak pernah berniat melecehkan atau menghina bendera Merah-Putih. Olivia Jensen mengaku bersalah dan video melempar bendera Merah-Putih itu kini sudah dihapus dari Instagram pribadinya.

Lebih lanjut dia juga mengucapkan terima kasih kepada mereka yang masih memberikan dukungan di tengah permasalahan yang dihadapinya saat ini. Hal itu juga tertulis dalam keterangan foto yang diunggahnya.

"Saya menyadari bahwa postingan saya dalam rangka merayakan Kemerdekaan Indonesia beberapa hari yang lalu kurang pantas. Tidak ada satu niat pun dari saya untuk melecehkan atau menghina bendera negara yang saya cintai dan banggakan. Terima kasih untuk support dan dukungan kalian semua selama ini. Dan semoga ketulusan hati saya ini dapat diterima dengan baik," tutupnya.

(drg/knv)