Menkes Wanti-wanti Lonjakan COVID-19 pada Libur Natal-Tahun Baru

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 13:56 WIB
Makassar -

Pemerintah membatalkan syarat tes PCR untuk penerbangan di wilayah Jawa dan Bali. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia akan menghadapi ujian pada masa libur Natal dan tahun baru nanti.

"Kalau ada orang diduga demam sakit, dites kalau sudah tertular kontak eratnya harus disiplin di-tracing dan dites. Semua epidemiologi begitu. Cuma kalau di Indonesia kadang kita kurang disiplin," kata Budi Gunadi saat meninjau pemberian vaksin gratis di Trans Studio Mal Makassar, Selasa (2/11/2021).

Menurutnya testing tidak lagi harus dilihat sebagai model skrining sebagai syarat perjalanan namun sebagai kebutuhan. Hal ini agar masyarakat bisa menjalani kehidupan normal.

"Harus pelan-pelan diubah testing kembali dilakukan testing epidemiologi bukan testing skrining seperti sekarang ini. Orang-orang memang suspek dan orang gejala berat sehingga testing lebih sedikit, kehidupan bisa lebih normal lagi," terang dia.

Pada kesempatan itu, Budi juga meminta agar semua pihak tetap berhati-hati terkait kekhawatiran soal lonjakan COVID-19 setelah pembatalan kewajiban PCR sebagai syarat perjalanan. Salah satu caranya, kata Budi, adalah kembali ketat menjalankan protokol kesehatan.

"Lonjakan itu harus hati-hati, karena Presiden sudah bilang kita harus waspada negara yang vaksinasi tinggi, Singapura, Inggris, tetap saja naik," ucap dia.

Budi berharap kasus COVID-19 tak lagi melonjak. Dia mengingatkan semua pihak untuk tetap disiplin menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan cepat melakukan testing dan tracing jika ada kasus COVID-19 di sekitar.

"Kalau penyakit ini sebenarnya, kalau bagus surveilans, prokes harusnya insyaallah kita bisa lewati, ujian nanti Januari-Februari kalau bisa jangan berlebihan kita," katanya.

Dia mengatakan libur pada Natal dan tahun baru akan menjadi ujian soal ketaatan prokes untuk menekan lonjakan kasus COVID-19. Dia mengajak semua pihak untuk tetap waspada penularan Corona.

"Mendekati Nataru? Ujian di situ, ini bisa diatasi tergantung kita, masyarakat, saya juga kalau bisa disiplin jalankan prokes, benar surveilans bisa dikendalikan. Tapi ndak disiplin, abai, ndak waspada itu yang bahaya," tambah Budi.

(fiq/jbr)