PPP Kritik Keras Syarat Tes PCR Berubah-ubah: Bikin Bingung!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 11:32 WIB
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah
Foto: Ilustrasi tes PCR (detikcom)
Jakarta -

PPP mengkritik keputusan pemerintah yang berubah-berubah terkait syarat tes PCR untuk penumpang pesawat. Sikap pemerintah tersebut dinilai membingungkan masyarakat.

"Fraksi PPP menyayangkan sikap pemerintah yang berubah-ubah dalam membuat syarat perjalanan menggunakan pesawat udara sehingga membingungkan masyarakat. Apalagi syarat PCR memberatkan dari aspek harga," kata Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

Awiek menyambut baik dihapusnya syarat tes PCR untuk penumpang pesawat. Meski demikian, Awiek meminta sikap pemerintah tak berubah-ubah.

"Terbaru pemerintah tidak lagi menjadikan PCR sebagai syarat penerbangan di Jawa-Bali namun cukup dengan antigen. Tentu ini patut diapresiasi, namun ke depannya jangan berubah-berubah lagi. Pemberlakuan syarat bisa mengacu pada level PPKM setiap daerah," ujarnya.

Awiek kemudian menyinggung soal kepentingan pelaku bisnis kesehatan. Sekretaris Fraksi PPP DPR RI itu tak ingin ada kesan bahwa pemerintah memberi dukungan kepada pelaku bisnis kesehatan terkait tes PCR.

"Jangan sampai ada kesan pemerintah lebih membela kepentingan pelaku bisnis kesehatan dalam hal ini PCR. Jangan sampai ada kecurigaan publik bahwa alat PCR terlanjur diimpor sehingga harus didukung oleh kebijakan yang tarik ulur," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah memutuskan tidak lagi mewajibkan PCR untuk penerbangan di Jawa dan Bali. Aturan ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, level 2 dan level 1 COVID-19 di Jawa dan Bali. Aturan ini ditandatangani Mendagri Tito Karnavian, Senin (1/11).

Syarat Penerbangan Terbaru Keluar/Masuk Jawa Bali

Mengacu pada Inmendagri 57/2021, pesawat udara yang keluar atau masuk wilayah Jawa dan Bali diwajibkan:

1. Menunjukkan bukti vaksin COVID-19

2. Hasil negatif antigen (untuk yang telah divaksin lengkap dua dosis) maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan atau

3. Hasil negatif RT-PCR (untuk yang baru divaksin 1 kali) maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.