Ganjar Wanti-wanti Kepala Daerah Tak Boleh Pakai Vaksin Kedaluwarsa

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Selasa, 02 Nov 2021 10:23 WIB
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mengingatkan kepala daerah untuk tidak menyuntikkan vaksin yang sudah kedaluwarsa. Menurutnya jangan sampai karena mengejar target dan ingin menghabiskan stok, sehingga tetap menyuntikkan vaksin yang sudah kedaluwarsa.

"Nanti salah suntik, malah menimbulkan masalah baru," ujarnya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Selasa (2/11/2021).

Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam rapat penanganan COVID-19 di Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur, kemarin (1/11). Dia mendorong kepala daerah agar mengecek kedaluwarsa setiap vaksin secara berkala. Selain itu juga menyuntikkan vaksin sebelum jatuh batas waktu efektif penggunaan.

Selain itu dia juga meminta seluruh daerah disiplin mengisi aplikasi PCare dan SMILE setelah pelaksanaan vaksinasi. Hal ini untuk mempermudah pemerintah, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam memantau pemberian vaksin di daerah.

"Artinya kalau kita mau disiplin input data kita bisa cepat kerjanya. Dan itu akan mempengaruhi pengiriman (vaksin) dari pusat," katanya.

Terkait permintaan vaksin Sinovac, kepada daerah yang tidak mampu menghabiskan vaksin Sinovac diminta melapor supaya dapat dialihkan penggunaannya ke daerah lain yang membutuhkan.

"Di sini (SMILE) Sinovac itu datanya kok masih banyak ya. Kalau memang belum disuntikkan, kalau memang tidak mampu, bisa kita alihkan," tandasnya.

(prf/ega)