Menolak Bubar, Pengungsi Afganistan di Medan Demo Hingga Malam

Ahmad Arfah - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 22:14 WIB
Sejumlah pengungsi asal Afganistan menggelar unjuk rasa menuntut mereka dipindahkan ke negara ketiga di Medan. Para pengungsi ini tetap bertahan di lokasi demo. (Ahmad Arfah/detikcom)
Foto: Sejumlah pengungsi asal Afganistan menggelar unjuk rasa menuntut mereka dipindahkan ke negara ketiga di Medan. Para pengungsi ini tetap bertahan di lokasi demo. (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Sejumlah pengungsi asal Afghanistan menggelar unjuk rasa menuntut mereka dipindahkan ke negara ketiga di Medan. Para pengungsi ini tetap bertahan di lokasi demo hingga malam hari.

Pantauan detikcom di lokasi pada Senin (1/11/2021) pukul 20.20 WIB, para pengungsi terlihat masih berada di depan gedung UNHCR, jalan Imam Bonjol, Medan. Para pengungsi ini berada di bawah tenda biru yang mereka dirikan.

Beberapa pengungsi sempat terlihat melaksanakan salat maghrib di lokasi. Para pengungsi ada yang terlihat makan dan tertidur.

Petugas dari kepolisian dan kantor imigrasi sejak sore terlihat sudah meminta agar para pengungsi ini kembali ke tempatnya. Namun para pengungsi ini menolak. Mereka meminta untuk ditemui oleh pihak UNHCR.

Di lokasi masih terlihat sejumlah petugas dari kepolisian yang berjaga. Sejumlah mobil kepolisian juga disiagakan di lokasi aksi para pengungsi.

Sebelumnya diberitakan, para pengungsi ini sudah melakukan unjukrasa sejak siang tadi. Mereka melakukan demo untuk meminta negara Indonesia memfasilitasi kepindahan mereka ke negara ketiga.

"Pak Jokowi bantu kami, Pak Jokowi bantu kami," ucap pengungsi itu dalam orasinya.

"Ini semua pengungsi dari Afghanistan, sudah lama di sini sekitar 10 tahun. Situasi negara kami sekarang jelas, semua sudah tahu negara kami tidak aman. Kami sudah membuat aksi damai di beberapa lokasi yang berbeda dan satu pun nggak ada yang dengar suara kami," ujar salah satu pengungsi Afghanistan, Muhammad Juma.

Dia mengatakan para pengungsi berencana menginap di kantor UNHCR. Dia berharap bisa bicara dengan pihak UNHCR.

"Kenapa saya mau nginap di sini? Di depan kantor UNHCR, dari tadi kami minta sama orang itu datang ke bawah bicara sama orang ini. Mereka karyawan hak asasi manusia dan mereka bilang kita harus hargai hak asasi manusia," ucap Juma.

(jbr/jbr)