ADVERTISEMENT

Aniaya-Rusak Rumah Anggota Polri di Medan, Sejumlah Orang Diburu

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 21:01 WIB
Polrestabes Medan menangani kasus penganiayaan serta perusakan rumah anggota polisi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Petugas tengah memburu pelakunya. (Datuk Haris/detikcom)
Polrestabes Medan menangani kasus penganiayaan serta perusakan rumah anggota polisi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Petugas tengah memburu pelakunya. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Polrestabes Medan menangani kasus penganiayaan serta perusakan rumah anggota polisi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Petugas tengah memburu pelakunya.

"Peristiwa itu terjadi di perumahan Jalan Setia Budi, wilayah hukum Polsek Helvetia pada Jumat (22/10) malam," kata Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Irsan menyebut pihaknya sudah mengantongi identitas para pelaku. Saat ini, petugas sedang mengejar pelaku.

"Anggota kita sudah mengantongi nama-nama pelakunya. Dan saat ini sedang kita lakukan pengejaran," sebut Irsan.

Irsan mengatakan untuk kepada pelaku tersebut kita bidik Pasal 170 juncto 35 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Kronologi Kejadian

Kasus ini awalnya dilaporkan di Polsek Helvetia pada Jumat, 22 Oktober 2022, dengan pelapor Edi Susanto. Laporan itu lalu diambil alih Polrestabes Medan atas sejumlah pertimbangan.

"Satu hari setelahnya, laporan polisi tersebut langsung kami tarik. Kami back up untuk penanganannya sehingga sudah di Satreskrim Polrestabes Medan. Karena berdasarkan berbagai pertimbangan banyaknya pelaku maupun akibat yang ditimbulkan dan juga menjadi perhatian dari banyak pihak," kata Plt Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra.

Polrestabes Medan telah memeriksa 8 saksi dan menyita sejumlah barang bukti. Rafles menuturkan kasus ini bermula dari masalah sewa-menyewa dump truck.

"Motif adalah terkait usaha sewa-menyewa dump truck yang akan dipakai di Kabupaten Langkat," ujar Rafles.

Rafles menjelaskan di tengah perjalanan usaha kerja sama Edi Susanto dengan D dan H pecah kongsi. Dari situlah adanya ketidaksepahaman di antara kedua pihak.

"Di tengah perjalanan usaha kerja sama ini tidak berjalan lancar sehingga istilahnya pecah kongsi kemudian dari pihak penyewa, yaitu Saudara D dan H, itu meminta pengembalian uang yang belum digunakan. Namun, di sini terjadi adanya ketidaksepahaman antara jumlah uang yang harus dikembalikan. Menurut pelapor lunas namun menurut D dan H itu masih kurang," ujar Rafles.

Selanjutnya, saat penagihan D dan H itu ditemani 2 orang. Pada saat menagih terjadilah percekcokan hingga terjadi perkelahian.

"H dan D melarikan diri karena merasa kurang jumlah, kemudian mengumpulkan teman-temannya sehingga selang beberapa jam kemudian kembali mendatangi rumah Edi sekitar 10 roda empat," sebut Rafles.

Di sana, Edi pun tidak ada di tempat dan hanya ada istri Edi yang diketahui merupakan polisi.

"Di sana Edi tidak di tempat hanya ada istrinya, Ningsih. Karena (Edi) tak ada di tempat, rumahnya kemudian dirusak. Kemudian istrinya menghubungi Edi yang pada saat itu sedang bersama Eko (adiknya), yang kebetulan anggota Polsek Medan Timur," ujar Rafles.

Kemudian, keduanya mendatangi rumahnya yang saat itu sedang dirusak. Melihat situasi kondisi, Edi tidak sampai ke rumahnya. Dia standby di jalan di luar kompleks, sementara Eko posisinya lebih dekat dengan kerumunan sekelompok orang itu.

"Eko yang posisinya lebih dekat dengan kerumunan sekelompok orang, kemudian memberi kode supaya Edi lari. Ada salah satu pihak dari kelompok orang ini yang mengenali mobil yang kendarai oleh Edi sehingga memberikan aba-aba untuk mengejar mobil tersebut," sebut Rafles.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Polisi Tewas Ditabrak Truk saat Kawal Rombongan, Sopir Diamankan':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT