Akun Raimas Backbone Dihapus, Kapolres Jaktim: Biar Tak Jadi Liar

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 17:24 WIB
kapolres Jaktim, Kombes Erwin Kurniawan di PN Jaktim, Jumat (19/3/2021).
Kapolres Jaktim Kombes Erwin Kurniawan (Azhar/detikcom)

Kapolda Metro Evaluasi Raimas Backbone-Jaguar

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran merespons penindakan yang dilakukan tim patroli Pengurai Massa (Raimas) seperti Raimas Backbone Polres Jaktim hingga Tim Jaguar Polresta Depok. Fadil mengatakan tim patroli akan diberi pelatihan secara khusus agar tidak sesukanya ketika melakukan penindakan dan tetap berpegang pada SOP.

"Saya rencananya akan mengumpulkan seluruh Raimas atau patroli roda dua nanti akan saya sprint-kan, saya akan berikan pelatihan khusus, saya akan siapkan helmnya, senjatanya. Kemudian kami juga akan siapkan SOP-nya juga," kata Irjen Fadil di sela pembukaan Kapolda Cup 2021 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/10/2021).

"Supaya jangan ada lagi ada Jaguar, Kobra, apalagi itu tim ketupat sayur, tim lele apa itu macam-macam. Akhirnya dia tumbuh berkembang sendiri suka-sukanya dia," sambungnya.

Fadil Imran menyadari hal ini terjadi karena kesalahan pihaknya sendiri karena tidak membekali tim patroli ini dengan pelatihan khusus.

"Nah, saya minta, ini salah kita juga karena tidak latih mereka, tidak mendidik mereka, tidak membuat spek mendasar kemampuan dan spek peralatan," katanya.

Fadil Imran menyadari betul pentingnya tim patroli, namun harus dibarengi dengan SOP yang berlaku agar tidak menimbulkan citra negatif terhadap institusi Polri. Pekan depan, ia akan mengumpulkan anggota Sabhara untuk dilatih kemampuannya sebagai penjaga malam Jakarta.

"Minggu depan saya mau kumpulkan tim Sabhara ini biar dia menjadi kelelawar di malam hari. Dia tugasnya hanya jam 10 malam sampai 5 subuh, muter-muter mengamankan Ibu Kota," katanya.

Seperti diketahui, Aipda Ambarita yang merupakan pimpinan Raimas Backbone dimutasi ke Humas Polda Metro Jaya setelah viral periksa paksa HP warga saat patroli. Dimutasinya Aipda Ambarita ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebagian masyarakat merasa khawatir soal keamanan di Jakarta Timur, khususnya pada malam hari, jika Ambarita tak lagi di Raimas Backbone.


(mea/fjp)