Menhub Puji Penanganan Turis Asing di Bandara Ngurah Rai Bali

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 14:08 WIB
Kemenhub
Foto: dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi meninjau Simulasi Penanganan Kedatangan Penumpang Internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Dia pun memuji mekanisme kedatangan yang terbilang cepat karena terbantu teknologi QR Code.

"Saya mengapresiasi proses penanganan penumpang yang dilakukan mulai dari penumpang datang, melakukan tes PCR, imigrasi dan proses custom dapat dilakukan dengan relatif cepat dengan menggunakan teknologi QR Code yang sama," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Adapun kunjungan tersebut dalam rangka memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat guna mencegah penyebaran COVID-19. Diketahui, simulasi yang digelar pada Sabtu (30/10) merupakan simulasi ke-10 oleh PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) dalam rangka mempersiapkan pembukaan penerbangan internasional untuk kegiatan pariwisata ke Bandara Ngurah Rai Bali yang efektif mulai dibuka sejak 14 Oktober 2021 lalu.

Lebih lanjut dia meminta agar sosialisasi terus digencarkan, terutama kepada para calon penumpang pesawat udara dari negara asal karena harus mendaftarkan diri sejak di negara asal. "Untuk itu saya berkoordinasi dengan Menlu agar para Kedutaan Besar di negara-negara asal yang saat ini berjumlah 19 negara bisa melakukan sosialisasi ini," tuturnya.

Dalam tinjauannya, Budi juga melihat fasilitas tes PCR dan ruang tunggu/holding penumpang. Ia mengungkapkan saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali memiliki kapasitas tes PCR yang mampu melakukan tes kepada 900 orang per jamnya.

"Untuk kapasitas ruang tunggu/holding yang saat ini berkapasitas 300 orang, menurut saya perlu ditingkatkan paling tidak memiliki kapasitas 600-900 orang," terangnya.

Selain itu, ia juga meninjau salah satu hotel yang menjadi tempat karantina para penumpang internasional. Budi meminta TNI/Polri dan Satgas COVID-19 agar melakukan pengawasan ketat, sesuai dengan aturan yang dikeluarkan baik dari Kemendagri, Satgas COVID-19 dan Kemenhub.

"Karena kita tidak ingin ada penumpang yang keluar atau tidak mengikuti karantina. Potensi ini ada dan kita harus hati-hati mengawasi ini," katanya.

Dia pun mengapresiasi sinergi AP I, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, TNI/Polri dalam penanganan penumpang kedatangan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali. Diketahui saat ini, Bandara Ngurah Rai, Bali telah membuka penerbangan internasional untuk 19 negara, yakni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria dan Norwegia.

Sebagai informasi, terkait dengan syarat perjalanan internasional menggunakan transportasi udara, Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 85 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi COVID-19 yang berlaku efektif mulai 14 Oktober 2021. Merujuk terbitnya SE Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 20 tahun 2021.

Adapun sejumlah aturan dalam SE tersebut di antaranya mengatur hal-hal sebagai berikut: Penumpang wajib melakukan 3x tes RT-PCR, yaitu pertama di negara asal keberangkatan. Kedua, di hari pertama di bandara kedatangan. Ketiga, di hari ke-4 masa karantina. Kemudian, wajib melakukan karantina yang dilakukan 5 x 24 jam setelah melakukan tes RT-PCR di hari pertama kedatangan, dan sejumlah aturan lainnya seperti kewajiban vaksin, mengisi Electronic Health Alert Card (E-HAC), menunjukkan visa singkat, bukti kepemilikan asuransi kesehatan, dan lain-lain. Turut mendampingi Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dan Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi.

(prf/ega)