PGI Respons Kekhawatiran Gubsu Umat Nasrani Tak ke Gereja Langgar Prokes

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 10:27 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi (Dok. Diskominfo Sumut)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi khawatir umat Nasrani yang tak ke gereja saat Natal melanggar protokol kesehatan (prokes). Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Sumut pun memberi tanggapannya.

Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumut, Pdt. Bima Gustav Saragi.h mengatakan apa yang disampaikan oleh Gubsu Edy bukan secara tendensius. Menurut Bima, itu adalah sikap kekhawatiran Edy karena di masa Natal dan tahun baru banyak pihak yang bepergian.

"Saya rasa Pak Edy bukan mau mengatakan secara tendensius tentang umat Kristen yang tidak ke gereja malah melanggar prokes. Yang beliau khawatirkan adalah karena di masa Natal dan tahun baru itu kalender merah/ libur, beliau khawatir banyak pihak yang akan memanfaatkan liburan Natal dan tahun baru itu sebagai momen untuk liburan dan berpergian ke luar kota/tempat wisata sehingga berpotensi menimbulkan klaster baru," kata Bima Gustav kepada detikcom, Senin (1/11/2021).

Bima menuturkan imbauan kepada umat Kristen selalu disampaikan setiap ada kesempatan. Menurut Bima, pandemi COVID merupakan masalah seluruh elemen masyarakat yang harus diselesaikan.

"Mengenai imbauan ke umat Kristen untuk mematuhi prokes tidak hanya disampaikan di saat momen-momen perayaan agama Kristen saya, Pak, tapi setiap kali ibadah dilakukan melalui khotbah-khotbah. Karena pandemi COVID-19 ini adalah masalah kita bersama dan cara menyelesaikannya ya membutuhkan kerjasama semua pihak termasuk di dalamnya umat beragama, khususnya umat Kristen," sebut Bima.

Bima mendorong agar seluruh Umat Kristiani merayakan hari Natal 2021 di rumah masing-masing. Tujuannya, mencegah gelombang ketiga penyebaran COVID-19.

"PGI Pusat sudah melalui humasnya mendorong agar seluruh umat Kristiani untuk merayakan hari Natal 2021 di rumah masing-masing dengan tujuan untuk mencegah gelombang ketiga penyebaran COVID-19," sebut Bima.

Bima menuturkan dorongan itu tentu akan ditindaklanjuti oleh gereja-gereja anggotanya, PGI wilayah dan PGI daerah melalui imbauan.

"Dari pengalaman dan pengamatan kita selama ini terkait ibadah di rumah, ketaatan merespons imbauan dari pimpinan gereja dan pemerintah sudah teruji dengan banyaknya jemaat kita yang melakukan ibadah keluarga dan ibadah minggu di rumah masing-masing, baik melalui tata ibadah yang dibagikan maupun melalui channel YouTube gereja," sebut Bima.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menegaskan tak ada larangan bagi umat Nasrani yang hendak melaksanakan ibadah Natal di gereja. Dia malah khawatir dengan umat Nasrani yang tidak ke gereja.

Edy menyampaikan hal itu saat rapat penanganan pandemi virus Corona di Sumut. Edy awalnya ditanyai oleh perwakilan gereja soal langkah yang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona saat perayaan Natal.

"Satu bulan lagi akan merayakan perayaan Natal. Warga Kristen yang benar selalu taat kepada pemerintah, karena pemerintah itu adalah wakil Tuhan. Untuk itu, dalam waktu dekat Pak Gubernur kita akan berunding bagaimana suasana Natal karena gereja-gereja sudah merencanakan Natalnya," kata perwakilan gereja dalam rapat di Medan, Jumat (29/10).