Banjir Bandang, Jalan Trenggalek-Ponorogo Putus
Kamis, 20 Apr 2006 17:04 WIB
Jakarta - Banjir bandang yang melanda Trenggalek, Jawa Timur mengakibatkan jalur transportasi Trenggalek-Ponorogo terputus. Kemacetan arus lalulintas tidak terelakkan. Antrean kendaraan mencapai 10 km. Hingga pukul 15.00 WIB, Kamis (20/4/2006), jalur Trenggalek-Ponorogo ini masih terputus. Jalur ini putus di Desa Pucang Anak, akibat terjangan banjir. Jalan arteri ini tertimbun tanah dan bebatuan. Para pengemudi yang terjebak kemacetan merasa khawatir jika terjadi longsor susulan. Begitupula, penumpang bus maupun angkutan umum yang terpaksa memilih turun dan berjalan kaki meski harus menempuh jarak yang cukup jauh.Banjir bandang ini sebenarnya juga sempat memutuskan jalur transportasi Tulungagung-Trenggalek. Namun, sore ini, akses jalur tersebut sudah bisa dilalui kendaraan. Gubernur Tinjau Trenggalek Sementara itu, pasca banjir bandang yang menelan belasan nyawa ini, Gubernur Jawa Timur Imam Utomo bersama anggota DPRD Jatim langsung turun ke Kabupaten Trenggalek, Kamis (20/4/2006). Saat meninjau RSU Sudomo, orang nomor satu di Jawa Timur ini menyentil Bupati Trenggalek Suharto tentang pentingnya reboisasi hutan di pegunungan.Menurut Imam, banjir bandang itu disebabkan gundulnya hutan yang berada di sekitar Trenggalek. Akibat hutan gundul, sungai Ngasinan dan Bagong tak mampu menampung luapan air jika curah hujan tinggi.Dalam kejadian ini, selain menelasan belasan nyawa, banjir bandang juga menggenangi 930 rumah penduduk. Enam rumah di antaranya rusak parah. Ratusan hektar lahan pertanian juga gagal panen. "Saya minta Pemkab Trenggalek segera melakukan reboisasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dimasa mendatang," tegas Imam.pada kesempatan itu, Imam Utomo juga menyerahkan bantuan berupa uang sebesar Rp 150 juta, 5 ton beras serta memberikan santunan kepada`keluarga korban meninggal dunia masing-masing sebesar Rp 2,5 juta.Sedangkan kondisi di kawasan kota Trenggalek mulai berangsur-angsur pulih. Ribuan warga yang rumahnya diterjang banjir mulai membersihkan rumah dan perabotannya. Namun, sisa lumpur yang dibawa banjir masih terlihat tergenang.Dari lima kecamatan yang diterjang banjir, kondisi terparah dialami kecamatan Bendungan. Hal ini adanya enam titik longsor di kecamatan itu. Bahkan jumlah timbunan tanah longsor mencapai 500 meter.
(asy/)











































