Infrastruktur Utara Merapi Mengkhawatirkan
Kamis, 20 Apr 2006 16:45 WIB
Jakarta - Departemen Pekerjaan Umum (PU) mengaku pembangunan infrastruktur di utara Gunung Merapi kurang diperhatikan. Padahal wilayah ini termasuk mengkhawatirkan bila terjadi letusan, seperti Boyolali.Boyolali memang merupakan daerah yang berada di utara Gunung Merapi. Kekhawatiran ini bisa dipahami, sebab banyak penduduk yang tinggal di lereng gunung dan infrastruktur untuk mengantisipasi bencana juga kurang.Menurut Dirjen Sumber Daya Air Departemen PU, Siswoko, pembangunan infrastruktur ke arah utara Gunung Merapi kurang diperhatikan. Karena, selama ini aliran lahar dari Merapi lebih banyak ke arah barat daya dan selatan, jarang sekali ke utara dan barat."Karena itu, pembangunan ke arah utara agak terlupakan, seperti sabo di Kali Apu itu masih 30 persen. Padahal jika terjadi letusan, itu sangat berbahaya, karena ada desa yang hanya berjarak 3 kilometer dari puncak gunung," jelas Siswoko kepada wartawan di Departemen PU, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2006).Padahal, menurut Siswoko, kondisi Gunung Merapi sudah semakin gawat. Dikhawatirkan pada tahun ini bukan lelehan lava panas, tapi berupa letusan yang menimbulkan gas beracun dan gempa."Ancamannya jika terjadi letusan itu adalah awan panas atau wedhus gembel yang bergerak sangat cepat yang dapat mencapai radius 5-8 kilometer dari Merapi," jelas Siswoko.Parahnya, menurut Siswoko lagi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda ke mana jalur lava akan mengalir. Sehingga menyulitkan untuk memprediksi kemungkinan yang bakal terjadi.
(zal/)











































