Hindari Letusan, Warga Merapi Gelar 'Sirnaning Beboyo'

Hindari Letusan, Warga Merapi Gelar 'Sirnaning Beboyo'

- detikNews
Kamis, 20 Apr 2006 16:41 WIB
Magelang - Status Gunung Merapi 'Siaga' membuat masyarakat di sekitar lereng semakin waspada. Untuk menghindari musibah letusan itu, warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang akan menggelar acara doa bersama atau mujahadah massal.Acara mujahadah massal yang bertajuk 'Sirnaning Beboyo' atau hilangnya marabahaya itu digelar oleh Masyarakat Lereng Merapi (MLM) bersama Majelis Wilayah Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Dukun. Acara itu akan digelar di halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Aswaja di Desa Tegalsari, Kecamatan Dukun pada hari Jumat (21/4/2006) pukul 14.00 WIB."Intinya kami sebagai warga lereng barat Merapi, ingin berdoa bersama agar selamat dari bencana tersebut," kata M. Achadi, koordinator acara mujahadah, kepada wartawan di Kecamatan Dukun, Magelang, Kamis (20/4/2006).Achadi mengatakan, meski saat ini Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan berbagai persiapan fisik untuk menanggulangi bencana itu, seperti pembangunan dapur umum, tenda darurat dan persiapan evakuasi pengungsi, namun bagi warga Kecamatan Dukun kesiapan fisik bukan satu-satunya faktor untuk merespons kemungkinan datangnya bencana. Faktor spiritual dan kekuatan batin menjadi unsur lebih penting untuk tetap tenang dan waspada di tengah kecemasan. Masyarakat lereng Merapi juga punya kelembutan rasa dan kearifan lokal untuk melihat tanda-tanda alam dengan bacaan yang berbeda."Karena itu, mengapa sampai saat in, warga belum bersedia mengungsi, itu karena punya keyakinan sendiri. Dan salah satu bentuk kearifan lokal itu adalah memohon doa agar dijauhkan dari segala bencana, diberi perlindungan, keselamatan, kekuatan iman dan ketabahan menghadapi segala cobaan," katanya. Selain doa bersama, katanya, KH Yusuf Chudhori (Gus Yusuf) dari Pospes Tegalrejo Magelang akan menyampaikan ceramah pengajian. Seusai pengajian akan dilakukan tahlilan massal disertai dengan tumpengan Sego Megono setinggi 2 meter."Setelah itu doa tolak balak dari 9 kiai sepuh di wilayah kecamatan Dukun. Nasi Tumpeng Megono itu kemudian dimakan bersama-sama dan dibagikan ke 15 desa yang ada di Kecamatan Dukun," katanya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads