Apresiasi Peserta Festival Mural, Kapolri: Jaga Kami Jadi Polri yang Lebih Baik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 20:28 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan para pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021 (Foto: dok.Istimewa)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Prabowo mengapresiasi para peserta dan pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021. Dia mengatakan kritik untuk Polri yang dituangkan para peserta lewat karya mural akan jadi masukan positif untuk perbaikan.

Sigit menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan kepada 10 pemenang Bhayangkara Mural Festival 2021 yang dipilih oleh para dewan juri. Agenda ini digelar di Lapangan Bhayangkara, kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10/2021).

"Baru saja kita menyerahkan piala sekaligus sertifikat penghargaan terhadap 10 pemenang lomba mural, di mana ada tujuh orang atau tim menjadi juara harapan dan 3 orang menjadi juara 1, 2 dan 3. Alhamdulillah, bagaimana hasil penilaian dewan juri, saya kira juri-jurinya terpilih independen dan memiliki kemampuan yang tak diragukan lagi," kata Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit menyampaikan juara pertama Bhayangkara Mural Festival ini adalah mural yang berani mengkritik Polri. Kritik dalam mural tersebut, kata Listyo, akan diterima guna memperbaiki Polri ke depan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama pemenang pertama Bhayangkara Mural Festival 2021Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama pemenang pertama Bhayangkara Mural Festival 2021 (Foto: dok. Istimewa)

"Sekali lagi terima kasih peran serta seluruh rekan-rekan dan jaga kami untuk bisa jadi Polri yang lebih baik, Polri yang dekat dengan masyarakat, dan Polri yang dicintai masyarakat," katanya.

Juara pertama Bhayangkara Mural Festival 2021 ini adalah La Ode Umar (29), peserta asal Jakarta. Dia mendapatkan hadiah Rp 50 juta.

La Ode selaku juara pertama merasa senang bisa memenangi festival ini. Dia juga mengapresiasi Kapolri menyediakan ruang bagi seniman mural untuk berkreasi.

"Alhamdulillah senang banget, dan senang banget kepolisian Indonesia bisa mengapresiasi seniman-seniman mural khususnya di Indonesia, dan disediakan wadah untuk berkompetisi," ujar La Ode.

La Ode bersyukur Bhayangkara Mural Festival 2021 ini bisa menjadi wadah untuk berkarya. Dia menyebut adanya festival ini menegaskan bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit tidak antikritik.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempersilakan para peserta lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 untuk mengkritik apa pun ke Polri melalui gambar yang dibuat. Jenderal Sigit menyebut muralis yang paling pedas dalam mengkritik bakal jadi sahabatnya.

"Khususnya tentang Polri, kalau itu gambarnya paling pedas, itu juga akan kami terima. Dan saya jamin yang berani menggambar seperti itu akan jadi sahabatnya Kapolri, jadi temannya Kapolri," kata Sigit dalam sambutannya di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (30/10).

Sigit menjelaskan ingin melihat bagaimana persepsi masyarakat terhadap Polri. Sigit ingin membenahi Polri sehingga menjadi institusi yang dicintai masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Bhayangkara Mural Festival 2021. Dia mengapresiasi dan ikut mengecat salah satu mural berisi kritik untuk polisi.Bhayangkara Mural Festival 2021(Adhyasta/detikcom)

"Kami institusi Polri menginginkan bahwa masyarakat bisa memberikan gambaran kepada kami tentang bagaimana persepsi masyarakat tentang Polri. Sehingga kami setiap hari bisa berbenah institusi, sehingga kita bisa siapkan institusi ini, personel-personel kami jadi lebih baik. Jadi Polri yang dipercayai publik, Polri yang dicintai masyarakat," tuturnya.

"Oleh karena itu, hari ini saya tegaskan bahwa Polri sangat menghormati kebebasan berekspresi. Tadi Pak Presiden juga sudah sampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat demokratis dan sangat menghargai kebebasan berekspresi," sambung Sigit.

Selain itu, Sigit menegaskan pemerintah dan Polri tidak antikritik. Dia merasa bangga terhadap para peserta lomba yang berani mengekspresikan kritikannya melalui mural.

"Jadi kali ini kita sampaikan bahwa pemerintah, polisi tidak antikritik. Tentunya ini jadi kebanggaan kami bahwa ternyata kawan-kawan tidak takut dam berani tampil. Gambar yang positif, negatif, silakan. Kami akan menghargai betul," imbuhnya.

(hri/hri)