Menlu-Menkeu Unggah Foto Kegiatan di Roma di Sela Agenda Forum KTT G20

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 15:07 WIB
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tengah berada di Roma, Italia mendampingi Presiden Jokowi dalam persiapan KTT G20. Keduanya kompak mengunggah foto kegiatan di Roma.

"Ciao ragazzi!!! Good to be back in Rome! Kali ini guna mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan KTT G20, 30-31 Oktober 2021," tulis Retno mengawali keterangan fotonya yang diunggah di akun Instgramnya, Sabtu (30/10/2021).

Retno mengunggah beberapa foto dengan Sri Mulyani. Foto sedang santai meminum kopi ataupun foto keduanya sedang di trotoar.

"And to get ready ... I compared notes on preparations for G20 Summit with my good friend Minister @smindrawati over some good coffee," sambungnya.

Tidak hanya Retno, Sri Mulyani juga mengunggah foto kegiatan dirinya dalam pertemuan. Sri Mulyani menjelaskan apa yang dia sampaikan dalam pertemuan tersebut.

"Hari kedua di Roma dalam rangka G20. Pertemuan G20 join Menteri Keuangan (hadir fisik) dan Menteri Kesehatan (virtual). Dunia tidak siap menghadapi Pandemi," katanya.

"Pandemi Covid-19 begitu dahsyat menular lebih dari 245 juta manusia di seluruh dunia dan menelan korban hampir 5 juta nyawa manusia dan belum menunjukkan tanda berakhir. Covid-19 telah menyebabkan Dunia kehilangan US$ 12 triliun, dalam bentuk kontraksi ekonomi, kehilangan pekerjaan, kemiskinan dan biaya fiskal untuk mengatasinya," lanjutnya.

Sri Mulyani mengatakan pemerintah berusaha mencari jalan lebih baik untuk mencegah ancaman pandemi yang akan datang. Dia akan mengupayakan vaksinasi yang merata di seluruh dunia.

"Pertemuan Menkeu dan Menkes G20 berupaya mencari jalan bagaimana Dunia bisa lebih baik dalam mencegah dan menangani ancaman Pandemi saat ini dan kemungkinan Pandemi yang akan datang," ujarnya.

Sri Mulyani mengatakan akses vaksinasi di dunia saat ini tidak merata. Ketidaksetaraan ini menurutnya akan membahayakan masyarakat di seluruh dunia.

"Akses vaksin yang tidak merata. Negara maju telah mampu mencapai vaksinasi di atas 70% populasinya, negara miskin masih 6% populasinya yang mendapat vaksin. Mereka tidak punya dana/anggaran, teknologi dan akses vaksin. Ketidaksetaraan vaksin ini membahayakan seluruh dunia karena virus Covid-19 akan terus bermutasi dan mengancam siapa saja, dimanapun mereka berada," ujarnya.

Momen kegiatan Menlu Retno Marsudi dan Menkeu Sri Mulyani di sela kegiatan KTT G20 di RomaSri Mulyani dalam kegiatan KTT G20 di Roma (Foto: Instagram Sri Mulyani)

Sri Mulyani mengatakan G20 sepakat untuk membentuk task force demi menguatkan dunia dalam menghadapi pandemi. Serta mencari solusi pendanaan untuk membantu negara miskin.

"G20 sepakat membentuk Task Force untuk menciptakan perkuatan dunia menghadapi pandemi, mendukung perkuatan WHO dan mencari solusi pendanaan baik untuk membantu negara-negara terutama negara miskin lebih siap dan lebih baik dalam sistem kesehatannya menghadapi ancaman pandemi, dana untuk penelitian virus dan penemuan vaksin serta produksi dan distribusi yang adil dan beradab," ucapnya.

Seperti diketahui, Indonesia akan memimpin forum G20 mulai 2022. Sri Mulyani mengatakan tugas pemerintah adalah memimpin upaya luar biasa dari masyarakat dunia mencegah krisis kemanusiaan, ekonomi dan keuangan.

"Sesuai cita-cita para pendiri bangsa kita bahwa Indonesia harus ikut serta menjaga perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," ucapnya.

"Kerja sama dan kolaborasi global adalah keharusan dan syarat mutlak menghadapi ancaman bersama bagi umat manusia di dunia, seperti Pandemi dan perubahan iklim," tutup Sri Mulyani.

(eva/hri)