3 Tokoh Peraih Penghargaan Legacy Makers, Ini Kiprahnya

ADVERTISEMENT

3 Tokoh Peraih Penghargaan Legacy Makers, Ini Kiprahnya

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 10:54 WIB
PT Sinde Budi Sentosa
Foto: PT Sinde Budi Sentosa
Jakarta -

Sebanyak 3 tokoh di Indonesia menerima penghargaan Legacy Makers dari produsen Larutan Penyegar Cap Badak (PT Sinde Budi Sentosa). Penghargaan ini diselenggarakan untuk memperingati 4 tahun eksistensi PT Sinde Budi Sentosa.

Bersama Kompas Media Group, Larutan Penyegar Cap Badak memberikan penghargaan legacy markers untuk 3 tokoh tersebut atas dedikasi, konsistensi dan kontribusi mereka dalam membesarkan warisan budaya Indonesia.

Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian program 'Legacy Makers' sekaligus menggaungkan semangat dan konsistensi berkarya sebagai anak bangsa. PT Sinde Budi Sentosa juga meluncurkan Larutan Penyegar Cap Badak Legacy sebagai simbol tonggak sejarah perjalanan empat dekade pelopor minuman pereda panas dalam Indonesia ini.

Vice President Director PT Sinde Budi Sentosa, Jony Yuwono dalam keterangannya mengatakan empat puluh tahun menghadapi pasang surut sebagai brand dan produk kesehatan, pihaknya menyadari bahwa orisinalitas dan konsistensi adalah dua hal yang membawa kami sampai pada di titik ini.

"Untuk memperingati hal tersebut, kami mengeluarkan produk terbatas Larutan Penyegar Cap Badak Legacy sekaligus membuat Program Legacy Makers. Atas dasar pemikiran, bahwa banyak karya-karya di Indonesia yang juga bisa dikatakan sebagai Legacy dan perlu diapresiasi, perlu digaungkan, perlu ditularkan, terutama untuk menginspirasi generasi-generasi penerus," imbuh Jony dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/10/2021)

Nama pertama dari ketiga figur inspiratif Indonesia terpilih adalah Didiet Maulana, seorang perancang busana yang kerap mengangkat salah satu warisan budaya Indonesia yaitu tenun ikat dalam setiap karyanya. Didiet menerima penghargaan Legacy Markers berkat kontribusinya dalam mengembangkan karya berbasis tenun ikat di dunia fashion nasional maupun internasional.

"Sebuah apresiasi yang sangat tinggi untuk saya, bisa menjadi bagian dari program Legacy Makers, bersama tokoh besar lainnya, mudah mudahan ini bisa menjadi semangat baru untuk terus berkarya dan membesarkan warisan budaya Indonesia baik untuk diri saya pribadi dan teman teman kreatif yang ada di Indonesia," kata Didiet

Selain Didiet, ada juga seorang Tokoh Ulama Indonesia yang juga Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. yang terus menyampaikan pemikirannya tentang Islam Nusantara. Said Aqil juga produktif menulis buku mengenai ajaran Islam dan telah mempublikasikan lebih dari 8 buku selama tahun 1997 - 2021.

"Selayaknya orang yang dianggap memiliki kontribusi besar, sepertinya saya belum sampai ke tahap itu, untuk itu saya merasa terhormat telah diberikan kesempatan bersama tokoh besar lainnya. Terima kasih semoga Program Legacy Makers bisa terus memberikan kontribusi besar kepada Indonesia," tutur Said.

Selanjutnya, ada pakar kuliner yaitu William Wongso yang terkenal apik dalam membuat makanan khas Indonesia. Pakar kuliner yang telah berkarya lebih dari 20 tahun ini terus mempromosikan bumbu khas Indonesia ke dunia internasional, salah satunya yaitu rendang.

"Segala sesuatu yang dilakukan dari hati tentu akan sampai ke hati, tidak pernah terpikir bahwa saya akan mendapatkan penghargaan sebagai legacy maker dari dunia kuliner. Terima kasih, Semoga Program Legacy Makers ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya," kata William.

Tak hanya 3 orang ini saja, Larutan Penyegar Cap Badak juga mendapuk 7 tokoh inspiratif yang dinilai sebagai sosok penerus para Legacy Markers. Mereka dinilai punya potensi yang tepat untuk melanjutkan warisan budaya Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut antara lain Laura Basuki, Nadine Chandrawinata, Arief Muhammad, Daniel Mananta, Alexander Thian, komik Banggaber, dan juga Fiersa Besari.

Jony menambahkan Larutan Penyegar Cap Badak menilai ada persamaan Larutan Penyegar Cap Badak dan para tokoh Legacy Makers : konsistensi dalam berkarya bagi Indonesia. Karenanya, apa yang dilakukan pihaknya tidak hanya sebatas memberi penghargaan ke 10 tokoh tersebut, tapi juga membuat sebuah akun sosial media untuk menceritakan kepada generasi penerus para legacy dari Indonesia.

"Tidak berhenti sampai memberi penghargaan, kami membuat akun @legacymakers.id untuk menceritakan kepada generasi penerus dan bahkan pada dunia, legacy-legacy lainnya dari Indonesia sejak dahulu. Layaknya Larutan Penyegar Cap Badak yang orisinal berangkat dari racikan jamu hingga sekarang menjadi sebuah brand dengan jaringan multinasional, harapannya generasi penerus juga menerapkan nilai orisinal dan konsisten untuk berkarya, berkontribusi bagi negara," imbuhnya.

Pemberian penghargaan dari Larutan Penyegar Cap Badak kepada 3 tokoh ini akan dilakukan pada acara 'Legacy Makers' yang akan tayang di Kompas TV pada hari Sabtu, 30 Oktober pukul 20.00 WIB.

Untuk informasi lebih lanjut soal program ini, bisa mengunjungi website http://legacymakers.larutanpenyegar.com dan juga @legacymakers.id.

Simak juga 'Jokowi Akan Beri Gelar Pahlawan ke 4 Tokoh, Ada Umar Ismail':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT